Tren
- Hukum Bahasa Peradaban
- Seharusnya Serba Dua Periode
- Perdamaian: Konstitusi, Islam, dan Justifikasi Teoritik
- Gubernur Jateng: Lawan Hoaks, Ciptakan Iklim Investasi Sehat
- Tetapkan Pahlawan Perdamaian
- IKN dan Mandala Nusantara Festival
- Timor dalam Nagarakretagama
- Kesetiaan Ideologi & Tujuan Nasional
- Prioritas Pemberantasan Korupsi
- Kartini: Islam, Feodalisme Jawa dan Kolonialisme Eropa
SABTU, 9 JULI 2016
JAKARTA — Kementrian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia memperkirakan atau memprediksi bahwa lonjakan arus balik Lebaran Hari Idul Fitri 2016 akan terjadi pada H+3 atau tepatnya pada hari Minggu (10/7/2016). Hal ini berlaku untuk semua moda transportasi, antara lain mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, kendaraan angkutan umum lainnya seperti Bus, Kereta Api (KA), Kapal dan Pesawat Terbang.
Kemenhub pada arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2016 sangat memberikan perhatian ekstra khususnya bagi pengguna kendaraan mobil pribadi dan kendaraan angkutan umum yang melintasi ruas jalan tol. Kemenhub meminta kepada pengelola jalan tol memperhatikan jam-jam rawan terjadinya kepadatan kendaraan bermotor. Selain itu juga meminta pihak PT. Pertamina (Persero) untuk menyediakan dan memperbanyak pos penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk menghindari kelangkaan Solar, Premium, Pertamax dan Pertadex.
Berdasarkan pengalaman kemacetan parah dan penumpukan luar biasa yang terjadi menjelang pintu keluar Brebes Exit (Brexit), Jawa Tengah, pada saat arus mudik kemarin, pihak Kemenhub bekerja sama dengan semua instansi yang terkait bagaimana caranya supaya arus balik lancar dan tidak macet, salah satunya adalah menggratiskan tiket masuk bagi semua kendaraan di Jalan Tol untuk menghindari penumpukan dan kepadatan kendaraan saat arus balik.
Sementara itu, berdasarkan pantauan Cendana News, Sabtu sore (9/7/2016) langsung dari Terminal Bus Pulo Gadung, Jakarta Timur, hingga berita ini ditulis suasana masih sepi dan lengang, belum tampak terlihat adanya tanda-tanda kepadatan atau penumpukan arus balik di sekitar pintu-pintu kedatangan penumpang.
Situasi aktivitas lalu-lalang angkutan umum dan penumpang di Terminal Bus terbesar di Ibukota Jakarta tersebut bisa dibilang normal seperti sama seperti hari biasa.
Suasana sepi dan lengang tampak terlihat hampir di semua sudut-susdut di terminal kedatangan maupun terminal keberangkatan di Terminal Bus Pulo Gadung, Jakarta Timur. Hanya pedagang dan para calo tiket saja yang tampak mondar-mandir sibuk menawarkan barang dagangan maupun berbagai tiket bus jarak dekat maupun jarak jauh kepada para calon penumpang yang lewat dan melintas di sekitar terminal.
“Saya memilih balik lebih awal dari kampung kembali ke Jakarta, kemarin berangkat pada H+1 naik bus dari Terminal Bus Tirtonadi Solo, Jawa Tengah dengan tujuan Terminal Jakarta Pulo Gadung, selama di perjalanan lancar dan tidak kena macet seperti pada saat arus mudik kemarin, sepertinya hingga H+2 tampaknya belum terlihat tanda-tanda lonjakan arus balik di Terminal Pulo Gadung, mungkin puncaknya besok H+3, Minggu (10/7/2016)” terang Yuliani, seorang penumpang yang baru tiba di Terminal Bus Pulo Gadung, Jakarta Timur.(Eko Sulestyono)
Lihat juga...