Gubernur NTT Meminta PPL Pergunakan dan Kembangkan Benih Lokal

SELASA, 19 JULI 2016

MAUMERE—Gubernur NTT  meminta kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan serta PPL Kabupaten Sikka agar lebih memilih benih padi dan jagung lokal. Selain itu, Gubernur juga meminta agar balai benih harus mengembangkan benih lokal.
Demikian disampaikan gubernur NTT, Drs.Frans Lebu Raya saat meninjau Demplot lahan pertanian konservasi di Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka,Selasa (19/7/2016).
Dikatakan Lebu Raya, selain mudah memprolehnya, benih lokal pun lebih mudah beradaptasi dengan iklim dan kondisi tanah yang ada di wilayah  NTT. “Kita harus mengajak petani kita untuk menanam benih lokal dan menghindari pola pertanian yang tidak ramah lingkungan,” tegasnya.
Nitodeus Dou, SP kepala BP3K Waigete yang mendampingi Lebu Raya menjelaskan, memang pihaknya sedang menggalakan petani untuk juga menanam benih lokal.
Menurutnya banyak benih lokal seperti kacang-kacangan yang masih ada dan ditanam di beberapa wilayah pertanian di Kabupaten Sikka. Selain ini di balai penyuluh pertanian di Waigete kata Dou juga ditanam dan dikembangkan benih kacang lokal seperti kacang turis, kacang Wewe Mitan dan Nggoli.
Disaksikan Cendana News, Gubernur Lebu Raya bersama Bupati Sikka Drs.Yoseph Ansar Rera dan rombongan memantau lahan pertanian konservasi dengan tanaman jagung dan kacang-kacangan yang baru berumur sebulan dan membandingkan dengan pertanian konsensial di lahan sebelahnya.
Gubernur dan rombongan juga melakukan penanaman jagung dan kacang-kacangan di lahan konservasi baru dan melihat ukuran lubang yang sudah digali dan ditutup dengan tanah yang dicampur pupuk bokasi.
Tampak hadir Kadis Badan Ketahanan Pangan provinsi NTT dan Kabupaten Sikka, Kadis Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sikka, anggota DPRD NTT Ir.Oswaldus, Msi dan Leonardus  Lelo serta Kabg Humas Sikka dan Camat Waigete Manyela da Cunha. (Ebed de Rosary)
Lihat juga...