Fransiska, Warga Sipil Korban Heli Belt Merupakan Warga Colomadu, Jateng

SABTU, 9 JULI 2016
SOLO — Musibah jatuhnya Helikopter milik TNI AD di Kalasan, Yogyakarta, pada Jumat sore (8/7) kemarin, menjadi duka tersendiri bagi pasangan Marjono dan Sri Widati . Pasalnya, putra kedua warga Kradenan, Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam musibah jatuhnya Heli Bell 205 A-1 milik TNI AD tersebut.

Perempuan dengan nama lengkap Fransisca Nila Agustin (24) disebut sebagai warga sipil yang ikut dalam jatuhnya helikopter yang sedang melakukan patrol jelang kunjungan Presiden Jokowi di Yogyakarta.  Keikutsertaan Fransisca diduga karena diajak oleh Serka Rohmat yang tak lain merupakan pacar korban, yang juga mengalami luka berat dalam kejadian tertersebut.
Sementara itu, dari pantuan Cendana News, persiapan untuk menyambut kedatangan jenazah Fransiska sudah dilakukan sejak Jumat malam. Rumah duka hingga tengah malam terus didatangi warga dan tetangganya.  Bagi tetangga, kabar duka meninggalnya Fransisca, membuat kaget. “Sebelum mendengar jadi korban, Fransiska itu paginya masih bekerja sebagai bidan,”” papar Siyono salah satu tetangga korban.  
Menurutnya, perempuan 24 tahun itu dikenal supel dan ramah. Warga juga merasa kehilangan Fransiska, yang dikenal baik dan aktif  dalam kegiatan di kampungnya. “Awalnya tidak percaya kalau Fransiska jadi korban dalam helikopter jatuh. Setelah diberi tahu tetangga saya baru mengecek di rumahnya,” imbuh Jemanto, Ketua RT setempat.
Ditambahkan Jemanto, setelah beberapa saat dirinya juga mengaku diminta pihak keluarga untuk mempersiapkan penyambutan jenazah Fransiska di rumah duka.  “Tak lama setelah mendengar kabar itu saya ditelepon bapaknya agar menyiapkan segara sesuatu untuk menyambut jenazah di rumah. Karena setelah musibah jatuhnya helikopter itu, kedua orang tuanya langsung ke Jogja untuk memastikan,” pungkasnya. (Harun Alrosid)
Lihat juga...