Tingkat Kunjungan ke Kelimutu NTT Tinggi, Waturaka Kembangkan Home Stay

SABTU, 9 JULI 2016

ENDE — Memiliki objek wisata yang melegenda, Desa Waturaka yang merupakan salah satu desa yang berada di lereng Gunung Kelimutu dan hanya berjarak sekitar 5 kilometer menuju puncak danau 3 warna menjadi tempat yang memiliki peluang bisnis yang besar, terutama dalam bidang penginapan.
Data yang diperoleh Cendana News dari Taman Nasional Kelimutu menyebutkan, jumlah kunjungan wisatawan ke danau Kelimutu dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. 2013 jumlah pengunjung mencapai 26.396 sementara 2014 mencapai 54.701 wisatawan. Jumlah ini mengalami peningkatan drastis di 2015 mencapai 62.957 orang dan hingga bulan Mei 2016, jumlah wisatwan mencapai 24.339  dimana wisatawan nusantara mencapai 20.785 orang dan wisatawan mancanegara mencapai 3.554 orang.
Selain itu, Desa Waturaka memiliki tempat wisata seperti air terjun, agro wisata, air panas, uap panas dan lainnya memberikan keanekaragaman wisata yang diperlukan lebih dari satu hari untuk mengunjunginya.
Local Facilitator untuk CBT (Community Based Tourism) dari Swisscontact Wisata, Ferdinandus Watu menyebutkan, bila wisatawan hanya datang dan melihat Kelimutu saja tentu tidak berdampak banyak pada masyarakat sekitar, menyikapi hal tersebut, salah satunya dengan mengembangkan home stay home stay (rumah singgah).
Hal tersebut dibenarkan salah seorang warga yang memiliki home stay, Robertus Lele. Dalam banyaknya kunjungan, ia bersama warga lainnya memanfaatkan beberapa ruangan di rumahnya untuk dijadikan kamar tempat menginap wisatawan.

“Saya memiliki dua kamar, kadang-kadang ada tamu lokal dan turis asing. Kami kenakan tarif 125 ribu rupiah semalam dimana tamu mendapat minum pagi dan makan dua kali sehari,” ujarnya.

Disebutkan, kelebihan dari home stay diantaranya, rasa kekeluargaan antara penyewa dengan pemilik rumah lebih kental. Apa yang dimakan pemilik rumah, turis pun memakan yang sama. Makanan yang disuguhkan pun sambungnya merupakan makanan keseharian masyarakat sekitar.
“Mereka betah dan senang karena terjun langsung bergaul dengan masyarakat, kadang mereka masak bersama  kami, kadang mereka juga diajak ke kebun dan bermain dengan masyarakat setelah pulang dari Kelimutu,” paparnya.
Alexander Ware warga lainnya mengakui, turis yang menginap merasa sangat senang, ada suasana kekeluargaan di home stay yang mereka tinggal. Dari rencana semalam akhirnya turis bisa menginap sampai beberapa hari dan merasa sebagai bagian dari keluarga.
“Yang kami jual aktiftas keseharian masyarakat, mereka diajak ke sawah, kerja di sawah, masak bersama dan juga bermain bersama anak-anak di desa,” terangnya.
Wisatawan asing pun senang setelah kembali dari sawah mereka bisa bermain bola dan bercengkerama dengan anak-anak dan kaum muda.
“Turis asing sangat senang kalau kami ajak ke sawah bahkan mereka juga kami ajarkan cara memanen padi dan membersihkannya hngga menjadi beras. Mereka sangat terkesan dan mengatakan baru pertama mengalami hal ini,” bebernya.
Untuk pengembangan kedepannya, dirinya berharap LSM Swiss Contact tetap mendampingi warga sampai bisa mandiri dalam mengembangkan pariwisata berbasis lingkungan yang sudah dilaksanakan di desa Waturaka.
Tidak hanya itu, potensi yang ada perlu dijaga dan diperkuat. Peran anak muda di desa Waturaka dinilainya sudah bagus dan mulai bergerak mengikuti kegiatan, terlibat menjaga kebersihan lingkungan dan lainnya.
[Ebed De Rosary]
Lihat juga...