Dandim 1624 Flotim Kerahkan Personil, Keluarga Korban Penyanderaan Ditemukan

SELASA, 12 JULI 2016

LARANTUKA — Sejak ada berita tentang WNI asal NTT yang disandera kelompok teroris di perairan Sabah Malaysia, Sabtu (9/7/2016), Dandim 1624 Flotim Letkol Inf, Dadi Rusyadi memerintahkan para Danramil untuk mengerahkan personil mengecek keberadaan keluarga korban.
Dari data paspor dan KTP sandera pencarian dilakukan di desa Lewohala kecamatan Ile Mandiri, desa Nobo kecamatan Ile Bura hingga desa Adobala di kecamatan Klubagolit. Setelah ditelusuri personil Kodim 1624 akhirnya Senin (11/7/20160 diketahui keluarga korban berasal dari satu desa.
“Sejak kemarin personil saya sudah memastikan semua sandera berasal dari desa Latonliwo kecamatan Tanjung Bunga,” ujar Dandim Rusyadi saat ditemui Cendana News, Selasa (12/7/2016).
Sejak ditemukan, Danramil 01 Larantuka  Letnan Satu Achmada Setiadjii bersama para personil sudah menyampaikan berita penyanderaan kepada keluarga korban.
“Keluarga korban pun sudah ditemui dan diberitahukan perisitiwa yang menimpa anggota keluarga mereka. Hari ini saya datang membawa wartawan untuk menemui keluarga korban.” terangnya.
Kepala desa Latonliwo, Gasapar Balik Maran menjelaskan, para sandera berasal dari desa mereka. Dijelaskannya,T heodorus Kopong Koten merupakan warga dusun Baowolo RT 7 Riangpao RW 3 sementara Emanuel Arakian Maran berasal dari RT 5 RW 3 dan Laurens Koten RT 6 RW 3.
“Semua korban berasal dari desa Laronliwo dan keluarga mereka baik isteri dan anak-anak serta orang tua semuanya masih menetap di desa kami kecuali isteri dari Laurens Koten,” jelasnya.
Ditambahkan Gaspar, informasi tentang penyanderaan ketiga warganya diterima dari Danramil yang datang ke desa mereka dan menanyakan tentang kebenaran data korban penyanderaan. Warga yang hidup terpencil tanpa listrik, jaringan telekomunikasi dan akses jalan ini pun akhirnya mengetahui.
“Saat ditanyakan nama Lauren Koten dan waaga lainnya, saya pastikan semua korban berasal dari desa kami dan kami langsung menginformasikan kepada keluarga korban,” ungkapnya.
Kades Gaspar berharap agar Presiden bisa mengerahkan segala upaya agar para sandera yang merupakan warga desanya bisa diselamatkan. Menurutnya, teroris merupakan persoalan internasional sehingga PBB harus merespon persoalan ini.
“Saya harapkan para sandera bisa dibebaskan dengan selamat sehingga bisa kembali berkumpul bersama keluarag di kampung halaman.Apalagi anak-anak mereka juga masih kecil,” pungkasnya.
[Ebed De Rosary]
Lihat juga...