BNN Bali Obok-Obok Karaoke Besar Rawan Narkoba

JUMAT, 22 JULI 2016

BALI — Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah tempat hiburan malam di kawasan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. 

Tak tanggung-tanggung, BNN langsung melakukan test urine di lokasi di tiap tempat hiburan malam yang didatanginya. Sayang, razia yang digelar 23.00 WITA hingga pukul 03.00 WITA dinihari itu nihil tangkapan. Diduga, razia yang digelar BNN ?telah bocor sebelumnya.
Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol Putu Gede Suastawa menuturkan, sidak kali ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan lembaganya untuk mencegah bahaya peredaran narkoba. 
“Sweeping kali ini sebagai bentuk tindakan rutin kami untuk mencegah dan memberantas narkoba,” kata Suastawa, Jumat dini hari, 22 Juli 2016.
Ia melanjutkan, pada sweeping itu pihaknya menyasar empat tempat karaoke yakni Royal Palace, New Star, Akasaka dan Bahari. Adapun test urine dilakukan secara random kepada pemandu lagu, pekerja karaoke dan pengunjung. 
“Ada 60 orang yang diambil test urine sebagai sampling random. Dari jumlah itu terdapat sembilan orang yang terindikasi menggunakan narkoba,” ucapnya.
Sembilan orang itu terdiri dari beberapa orang pemandu lagu dan karyawan karaoke. Pada kesempatan itu, Suastawa langsung memanggil pimpinan karaoke untuk menyampaikan secara langsung temuan institusinya terhadap pegawai mereka. 
“Kami meminta pimpinannya mengantarkan sembilan orang yang sudah kami catat itu ke BNNP Bali pada hari Senin pekan depan,” tuturnya.
Nantinya, akan dilakukan assesment terhadap kesembilan orang tersebut untuk menentukan kadar penggunaan narkoba mereka. 
“Apakah masuk kategori ringan, sedang atau berat. Nanti akan ditindaklanjuti dengan rehabilitasi berdasarkan kategorinya. Kalau ringan, kita bisa rehabilitasi sosial dengan cara rawat jalan. Kalau sedang, apalagi berat, tentu mekanisme rehabilitasinya rawat inap,” kata dia.
Dari sembilan orang itu, masing-masing terindikasi menggunakan narkoba jenis sabu-sabu, ineks dan obat-obatan jenis denso. 
“Mengapa kita tidak langsung bawa yang sembilan orang itu, karena kita tidak temukan barang bukti narkoba langsung dari mereka. Hasil test urine itu baru indikasi yang perlu ditindaklanjuti lebih jauh. Makanya kami memanggil mereka nanti,” tutur Suastawa.(Bobby Andalan)
Lihat juga...