KAMIS, 9 JUNI 2016
BALI — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Bali menggelar acara fashion week 2016. Acara yang digelar di Dapur Lebih itu diikuti 80 peserta. Rata-rata peserta mengambil tema etnik dari hasil karya yang ditampilkan. Ketua Panitia HIPMI Fashion Week 2016, I Wayan Gede Ari Danangga menjelaskan, dari jumlah peserta tersebut beberapa di antaranya ada peserta dari Australia.

Menurutnya, digelarnya acara ini untuk kembali menghidupkan dunia fashion di Bali yang tengah lesu. “Fashion gairahnya kurang di Bali. Acara ini bertujuan untuk menggairahkan kembali acara ini,” kata Ari, Kamis 9 Juni 2016.
Sementara Ketua HIPMI Provinsi Bali, IGAA Inda Trimafo Yudha menuturkan, seluruh peserta yang mengikuti perlombaan seluruhnya dari kalangan desainer muda. Nantinya, dari 80 sketsa yang telah dinilai akan dipilih 15 sketsa terbaik. Dari 15 sketsa yang terpilih akan dipilih 3 sketsa terbaik. “Tiga sketsa yang terpilih diwajibkan menciptakan karyanya pada acara puncak kami nanti 21-31 Juli. Tiga sketsa terpilih itu juga akan kita kirim ke Hong Kong Fashion Week untuk mewakili kita menunjukkan budaya Indonesia,” kata perempuan yang karib disapa Gek Inda itu.
Ia melanjutkan, dari sisi bisnis fashion juga merupakan pintu gerbang dari industri kreatif yang terus didorong oleh HIPMI Bali. “Melalui ajang ini kami menciptakan wadah bagi mereka. Kami ikut mempromosikannya. Saya optimistis industri fashion di Bali bisa bersaing di kancah nasional maupun internasional,” tegas Gek Inda.
Di sisi lain, Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Gianyar, Gede Windya Brata mengaku sepenuhnya mendukung langkah HIPMI Bali mengembangkan industri fashion di Bali. Ia berharap ajang ini dapat mempromosikan hasil karya lokal genius Bali, Kabupaten Gianyar khususnya, kepada masyarakat luas. “Karya etnik yang ditampilkan sangat tepat, karena Bali memiliki beranekaragam corak atau motif etnik yang bisa terus dikembangkan dan dikreasikan,” demikian Brata.(Bobby Andalan)