Selama Ramadhan Peternak Ayam Peroleh Keuntungan Tinggi

SABTU, 18 JUNI 2016

LAMPUNG — Bulan Ramadhan menjadi bulan penuh berkah bagi peternak ayam potong. Berkah tersebut terjadi akibat harga di pasaran komoditas peternakan ayam pedaging tersebut mulai melonjak sejak sebelum ramadhan hingga memasuki bulan ramadhan dan diprediksi akan meningkat menjelang lebaran Idul Fitri 2016/1437 H. 
Kenaikan harga dikisaran Rp35ribu perkeor dari sebelumnya Rp33ribu perekor bahkan menurut salah satu peternak bisa mencapai Rp40ribu perekor mendekati lebaran. Kenaikan harga tersebut salah satu faktor utamanya akibat pasokan ayam dari peternak tidak ada peningkatan dari bulan bulan selain bulan ramadhan.
Kenaikan harga tersebut menurut Yuli, salah seorang peternak ayam potong di Desa Klaten Kecamatan Penengahan sebanding dengan kenaikan harga anakan ayam yang mencapai kisaran Rp700ribu perekor untuk satu kotak berisi 100 ekor ayam. Selain harga bibit ayam yang mahal, biaya operasional untuk pakan ayam pedaging tersebut juga mulai merangkak naik menjelang bulan Ramadhan.
“Kita bisa akui memang kenaikan harga ayam potong memang menguntungkan, namun harus dilihat secara hitung hitungan ekonomis bahwa biaya operasional untuk peternakan ayam juga meningkat mulai dari bibit hingga biaya perawatan,”ungkap Yuli saat dikonfirmasi Cendana News di peternakan ayam miliknya, Sabtu (18/6/2016).
Bagi peternak besar, kenaikan biaya operasional tersebut tidak terlalu memberatkan namun bagi beberapa peternak skala kecil kenaikan harga bibit ayam dan biaya operasional mulai pakan hingga perawatan terasa memberatkan. 
Yuli mengaku sistem peternakan di Desa Klaten dikelola oleh beberapa kelompok yang dibagi dalam beberapa kandang dengan jumlah ayam berbeda beda. Ia bahkan mengatakan sebelum awal puasa sebanyak 2.000 ekor bibit ayam dibeli oleh anggota kelompok ternak dan tersebar di sejumlah kelompok yang memelihara ayam sebanyak 500 ekor perkelompok. Kelompok peternak ayam tersebut tersebar di Dusun Sidodadi, Dusun Karanganyar, Dusun Sidorejo dan Dusun Klaten.
Pemasok bibit ayam potong bahkan mulai menambah pasokan selama bulan Ramdhan sebanyak 2.500 ekor. Jumlah ayam sebanyak itu menurut Yuli sebelum awal puasa banyak dipesan oleh beberapa warga yang akan melangsungkan hajatan serta keperluan resepsi pernikahan sehingga permintaan ayam meningkat meski harga saat itu masih dikisaran Rp35ribu perekor yang rata rata mencapai berat 1,3 kilogram. Sementara memasuki bulan Ramadhan kenaikan terpantau hingga harga Rp35ribu hingga Rp37ribu perekor tergantung jumlah pembelian.
“Kami bekerjasama dengan peternak ayam potong yang tergabung dalam kelompok dan saling membantu terutama saat ada pesanan banyak bisa saling melengkapi,”ungkap Yuli.
Ia mengakui saat bulan Ramadhan ini permintaan ayam di pasar tradisional dari beberapa pedagang ayam meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat akan daging ayam. Yuli mengungkapkan dari kalkulasi sederhana ia mengakui selama ramadhan ini usaha peternakan ayam miliknya di kandang seluas 15×20 meter cukup untung besar. Dari laba bersih dirinya dan beberapa peternak ayam potong bisa mengumpulkan pundi pundi uang dari beternak ayam. Setelah dikurangi biaya operasional dan modal awal, keuntungan dari peternakan ayam potong tersebut disimpan untuk modal memelihara ayam selanjutnya dan sebagian untuk persiapan lebaran.
Keuntungan dari beternak ayam juga dialami oleh Abidin, warga Desa Klaten yang menekuni usaha budidaya ayam petelur. Selama bulan ramadhan ini ia mengaku memelihara ayam sebanyak 400 ekor yang mamu menghasilkan telur sebanyak 200-300 butir perhari saat masa bertelur. Permintaan akan telur diakuinya banyak berasal dari pembuat kue kering yang akan mempersiapkan hidangan kue kue lebaran.
“Meski permintaan naik, produktifitas telur ayam yang saya budidayakan belum maksimal dan karena belum melakukan perluasan kandang maka permintaan dari masyarakat masih saya batasi,”ungkapnya.
Harga telur yang dipatok seharga Rp30ribu perkilogram saat sebelum Ramadhan saat ini bahkan mencapai Rp33 ribu per kerat. Rata rata satu kerat berisis sekitar 30 butir telur ayam. Kenaikan harga telur ayam tersebut diakui Abidin cukup memberi keuntungan bagi peternak ayam petelur. Sebab selain memerlukan biaya operasional tinggi jumlah peternak ayam petelur saat ini masih cukup minim dan ketersediaan bibit juga harus didatangkan dari luar daerah.
[Henk Widi]
Lihat juga...