RABU, 1 JUNI 2016
SUMENEP — Keberadaan Universitas Wiraraja, Kabupaten Sumenep, Madura, yang mengalami kemajuan pesat akhirnya membuahkan hasil. Perguruan tinggi yang dikenal dengan kampus cemara udang tersebut menempati uutan ke-38 Penerima Anugerah Kampus Unggul Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di lingkungan Kopertis Wilayah VII Jawa Timur.

Dari tahun ke tahun Universitas Wiraraja terus mengalami peningkatan, baik dari sisi mutu pendidikan maupun sarana dan prasana. Pada tahun 2016 bisa meraih masuk penerima anugerah kampus unggul Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Hal tersebut menjadi kebanggaan masyarakat ujung timur Pulau Madura ini selalu melakukan pembenahan guna meningkatkan mutu pendidikan.
“Jadi untuk kategori perguruan tinggi swasta di lingkungan Kopertis Wilayah VII Jawa Timur, Universitas Wiraraja menempati urutan ke-38. Peringkat tersebut naik drastis dari yang sebelumnya pada tahun 2015 yang berada di urutan 143. Untuk di Madura, Unija menempati urutan pertama dari seluruh perguruan tinggi yang ada, baik untuk universitas maupun sekolah tinggi swasta,” kata Alwiyah, Rektor Universitas Wiraraja, Kabupaten Sumenep, Rabu (1/6/2016).
Disebutkan, bahwa pemberian peringkat tersebut dipublikasikan oleh Kopertis Wilayah VII Jawa Timur dalam buku panduan yang terbit awal tahun 2016, dan tertuang dalam SK Kopertis Wilayah VII Jawa Timur, Nomor: 063/ K7/ KL/ 2016 tentang
“Penetapan PTS Penerima Anugerah Kampus Unggul PTS di lingkungan Kopertis Wilayah VII Jawa Timur tahun 2016”.
“Ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi seluruh keluarga besar dan civitas akademika di Unija, mulai dari mahasiswa, alumni, orang tua mahasiswa, dosen, karyawan, hingga yayasan. Jadi apapun yang kami raih, itu merupakan sumbangsih seluruh pihak, termasuk masyarakat yang telah memberi kepercayaan kepada kampus ini, bahkan itu menjadi tantangan kedepan bagaiman Unija dapat memberikan yang lebih baik lagi bagi masyarakat Madura,” jelasnya.
Sementara, Prof. Dr. Mansyur Ramly, Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) menyatakan, apabila Unija kedepan semakin maju, maka sudah tercium aroma akan menjadi barometer pendidikan tinggi di Jawa Timur. Karena selama ini mutu dari suatu perguruan tinggi sudah tidak ada lagi perbedaan, baik perguruan tinggi swasta maupun negeri, sebab sudah memiliki standart yang sama, tetapi perbedaannya adalah mutu atau kualitas dari perguruan tinggi yang bersangkutan.
[M. Fahrul]