Terkait Serapan Gabah, Tim Sergab Mabes TNI Pantau Panen Palas

RABU, 1 JUNI 2016

LAMPUNG — Ketua tim serapan gabah (Sergab) Provinsi Lampung dari Mabes Tentara Nasional Indonesia (TNI), Brigjen TNI M. Afifudin berkoordinasi dengan satuan kerja pengadaan gabah/beras Perum Bulog Divre Lampung melakukan kunjungan ke Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan.
Berdasarkan data kantor Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Palas, serta data Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pertanian Kecamatan Palas, Ujuk Kusnaedi kepada seluruh tim Sergab mengungkapkan, saat ini lahan sawah  di Kecamatan Palas yang memiliki 21 desa memiliki luas lahan 7.200 hektar. Potensi luasan lahan sebanyak tersebut terbagi dalam lahan sawah dan lahan kering dengan hasil panen cukup tinggi dengan rata rata panen padi mencapai 5-6 ton padi dan varietas padi ditanam petani rata rata varietas muncul.
“Salah satu keistimewaan Kecamatan Palas sehingga bisa disebut sebagai lumbung padi adalah karena Palas bisa melakukan masa tanam saat musim gadu dan musim rendengan dengan sistem irigasi cukup bagus baik saluran primer hingga teriser,”ungkap Ujuk Kusnaedi saat pemaparan di depan tim Sergab Mabes TNI dan Dinas Pertanian di kantor  BP3K Palas, Rabu (1/6/2016)
Ia mengungkapkan saat ini luasan lahan sawah sebanyak 7.200 hektar sudah dipanen atau 80 persen sehingga masih tersisa sebanyak 1.200 hektar untuk musim rendeng dan berpotensi memenuhi target serapan gabah Provinsi Lampung bersama kabupaten lain. Meski demikian ia mencatat produksi panen pada masa rendengan terdapat penurunan namun dirata rata tetap 5-6 ton perhektar. Hasil panen gabah sebanyak itu menurutnya masih tetap menjadi kendala untuk program serapan gabah yang sedang digalakkan oleh pemerintah.
“Kendala untuk target serapan gabah masih belum tercapai karena selama ini mitra Bulog tak berani bersaing dengan pedagang di pasaran yang berani membeli dengan harga tinggi dan lebih praktis,”ungkap Ujuk.
Hal lain yang menjadi persoalan tim sergab diantaranya adalah penjualan gabah oleh petani dan pebisnis gabah yang seringkali lolos dari pantauan karena dekat dengan Pulau Jawa sehingga banyak pembeli dari Pulau Jawa membeli langsung kepada petani dan membeli dalam kondisi gabah kering selanjutnya dijual di pulau Jawa dalam bentuk beras.
Berdasarkan catatan tim Sergab Kodim 0421/Lampung Selatan, Kapten Sukirno selaku Pasiter Kodim 0421/LS, yang disiagakan di Pelabuhan Bakauheni bahkan terdata 300 ton gabah dijual ke wilayah Karawang, Cianjur, Cikampek, Jakarta serta wilayah lain di Pulau Jawa.
Selain mendata penjualan gabah ke luar Lampung khusus di wilayah Lampung berdasarkan pantauan di kalangan petani ia mengungkapkan saat ini petani menjual beras setelah panen dengan kisaran harga dasar Rp3.700,-Rp3.800,- sementara proses sergab oleh TNI dan pemerintah untuk capaian serapan gabah khusus wilayah Lampung ditarget  sebanyak 500ribu ton gabah kering giling (gkg).
Serapan tersebut masih belum tercapai akibat pembelian oleh Bulog masih mempergunakan syarat syarat tertentu diantaranya kadar air batas tertentu dan harga lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
“Saat ini daya saing yang masih rendah membuat petani justru lebih suka menjual gabah miliknya ke pembeli selain bulog sehingga perlu strategi khusus agar petani mau menjual padinya ke Bulog,”ungkap Ujuk.
Target serapan gabah sebanyak 500ribu ton di wilayah Lampung saat ini berdasarkan data tim Sergab Lampung sudah tercapai  masih sebanyak 250ribu ton sehingga masih perlu mengejar target sebanyak 250ribu ton hingga akhir Juni. Beberapa wilayah pertanian diharapkan bisa memenuhi target tersebut sehingga tim sergab langsung turun ke lapangan melihat persoalan di lapangan.
Ketua tim serapan gabah (Sergab) dari Mabes Tentara Nasional Indonesia (TNI), Brigjen TNI M.Afifudin menegaskan, upaya serapan gabah petani harus dipahami sebagai upaya pemerintah membantu masyarakat yang ada di Indonesia khususnya di daerah lain.
“Selama ini pemerintah telah membantu petani dalam banyak hal mulai dari bibit, sarana pengairan sehingga pemerintah hanya menginginkan petani menjual padi ke Bulog yang akan dipergunakan untuk banyak keperluan masyarakat diantaranya raskin”ungkap Brigjen TNI M.Afifudin.
Brigjen TNI M.Afifudin bahkan melakukan transaksi langsung dengan petani pemilik padi yang berhasil melakukan panen padi mencapai sebanyak 15 ton dengan harga yang sesuai ketentuan Bulog dengan standar kualitas dengan harga Rp3.900,-
Proses pemeriksaan kadar air, penimbangan berat serta pengecekan fisik gabah langsung disaksikan oleh tim Sergab.
Berdasarkan penuturan pemilik padi, selama ini padi yang mereka miliki jual ke luar Pulau Jawa untuk memenuhi permintaan pasar di wilayah Karawang, Cikampek, serta wilayah lain yang dipergunakan untuk keperluan Bulog wilayah tersebut.
Pantauan Cendana News, Bulog bahkan menyertakan dua unit kendaraan truk yang merupakan tim pembelian gabah/beras Perum Bulog Kansilog Kalianda. Sesuai komponen kualitas dalam Inpres No.5/2015 harga yang ditentukan diantaranya harga beras medium Rp 7.300 per kg, harga GKP Rp 3.700 per kg, harga GKG Rp 4.600 per kg. Pihak Bulog langsung melakukan transaksi dengan petani di lokasi serta melakukan pembayaran tunai.
Tim Sergab juga terdiri dari Kepala UPTD Balai Benih Induk Tanaman Hortikultura dan Pengembangan Lahan Kering Dinas Pertanian Provinsi Lampung, Emilia Kusumawati, Plt Kepala Dinas Kabupaten Lampung Selatan Ratnawati, Dandim 0421/LS Letkol Arm Untoro Hariyanto, S.Ip, Kepala Balai Badan Penelitian dan Pengembangan  Kementerian Pertanian BPTP Lampung Dr.Ir.Arivin Rivaie.
[Henk Widi]
Lihat juga...