JUMAT, 24 JUNI 2016
YOGYAKARTA — Selama Bulan Ramadhan dan menjelang lebaran, masyarakat di mana pun membutuhkan tambahan anggaran belanja. Baik untuk kebutuhan konsumtif maupun untuk modal usaha sementara dengan menjual makanan buka puasa.

“Sejak Bulan Mei kemarin, di Pegadaian Unit Kecamatan Pakem, Sleman, sudah mengalami peningkatan jumlah pegadai barang-barang berharga. Perhiasan emas masih mendominasi barang-barang gadai. Bahkan, selama dalam bulan Juni ini, tercatat sebanyak 30-40 transaksi gadai berlangsung di Pegadaian Pakem setiap harinya, dengan perputaran uang sebesar Rp. 300 Juta,”sebut Kepala Pegadaian Unit Pakem, Ika Hayuningrum, Jumat (24/6/2016).
Ika mengatakan, meningkatnya jumlah transaksi pegadaian tahun ini juga meningkat jika dibanding tahun lalu. Pada momentum yang sama di tahun lalu, menurutnya, yang terjadi justru banyak warga yang menebus kembali barang-barangnya yang digadaikan. Namun, tahun ini justru banyak warga yang menggadaikan barangnya.
“Alasan paling banyak karena butuh modal untuk berjualan selama di Bulan Ramadhan”, kata Ika.

Sementara itu, seorang nasabah pegadaian unit Pakem, Nurhidayati, mengatakan, pegadaian memang selalu menjadi pilihannya untuk memenuhi kebutuhan pendanaan yang mendadak. Selain prosesnya cepat dan tidak rumit, menggadaikan barang di pegadaian juga dirasa lebih aman. Juga bunga pinjamannya sangat ringan, karena hanya dikenakan per tiga bulan sekali.
“Jadi, tidak ada tanggungan mengangsur tiap bulan”, pungkasnya.
[Koko Triarko]