JUMAT, 24 JUNI 2016
LAMPUNG — Berbagai pihak memastikan melakukan persiapan menghadapi arus mudik dan arus balik tahun 2016/1437 Hijriyah. Selain Dinas Kesehatan beberapa pihak yang memastikan akan menyiapkan posko dan sarana serta relawan untuk posko kesehatan dan informasi diantaranya organisasi radio antar penduduk Indonesia (RAPI), Kepolisian Polda Lampung, Pramuka Kwartir cabang Lampung Selatan, kantor kesehatan kelas II Panjang, Jasa Raharja, Palang Merah Indonesia (PMI) serta beberapa pihak lain.

Persiapan tersebut dilakukan untuk memberi kenyamanan dan keamanan kepada seluruh pemudik yang akan merayakan hari raya Idul Fitri 2016 di kampung halaman baik di Pulau Jawa maupun di Pulau Sumatera.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan bahkan memastikan akan menyiapkan sebanyak 15 posko dalam rangka arus mudik tahun 2016. Sebanyak 15 posko akan berada di sepanjang Jalan Lintas Sumatera dari kecamatan Bakauheni hingga Kecamatan Natar. Beberapa titik posko pelayanan kesehatan bagi pemudik yang akan ditempatkan di beberapa titik diantaranya Puskesmas Rawat Inap Bakauheni, Puskesmas Rawat Inap Penengahan, Puskesmas Ketibung yang ketiganya berada di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, Dr. Jimmy Hutapea, posko akan dibuka mulai H-7 (Tujuh hari sebelum lebaran) hingga H+8 (delapan hari setelah lebaran) dengan total waktu selama dua pekan. Setiap posko yang disiapkan akan dilengkapi dengan tiga tenaga medis yakni dokter dan dua perawat lengkap dengan mobil ambulan dan peralatan kesehatan.
Khusus untuk posko kesehatan Panjang berdasarkan rencana akan tersebar di beberapa lokasi diantaranya; posko kesehatan mudik Pelabuhan Bakauheni, posko kesehatan mudik Bandara Raden Inten II, posko kesehatan mudik pelabuhan Panjang. Melalu keterangan persnya, pihak kantor kesehatan kelas II Panjang memberikan himbauan kepada pemudik untuk menjaga keamanan dan kesehatan selama arus mudik. Sebab perjalanan yang panjang dengan waktu tempuh yang cukup lama membuat konsentrasi serta kesehatan bisa menurun.
Keamanan dan kesehatan tersebut perlu dijaga agar pemudik bisa berkumpul dan bertemu dengan keluarga serta merayakan lebaran bersama keluarga.
Sementara itu kepala Puskesmas rawat inap (PRI) Bakauheni yang merupakan Puskesmas paling ujung di Pulau Sumatera, dr. Paul Neman mengungkapkan Puskesmas rawat inap Bakauheni telah menyiapkan berbagai fasilitas dan tenaga medis menghadapi arus mudik dan arus balik. Beberapa persiapan yang telah dilakukan diantaranya melakukan pengecekan dan perawatan terhadap fasilitas mobil ambulance, ruang perawatan, serta tenaga medis yang selalu siap sedia menghadapi berbagai kejadian kecelakaan yang kemungkinan terjadi di Bakauheni.
“Sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, PRI Bakauheni juga menyiapkan ruang Instalasi Gawat Darurat yang representatif. Selain itu tenaga medis yang selalu siap sedia saat dibutuhkan,”ungkap Paul Neman saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (24/6/2016).

Ia menegaskan, posisi Puskesmas Rawat Inap Bakauheni sangat penting karena berada di dua titik pertemuan antara Jalan Lintas Sumatera dan Jalan Lintas Timur. Kondisi tersebut membuat puskemas Bakauheni harus lebih siap dalam menghadapi angkutan arus mudik dan arus balik lebaran.
Khusus untuk menghadapi arus mudik lebaran, Paul Neman mengungkapakan, persoalan kesehatan pemudik harus diperhatikan karena sangat penting untuk proses perjalanan mudik. Selama ini pemudik khususnya pemudik menggunakan kendaraan umum dari Pulau Sumatera ke Jawa dan sebaliknya menggunakan moda transportasi kendaraan roda dua, roda empat, kapal laut sehingga kondisi fisik pemudik rentan menghadapi penurunan kesehatan.
“Pengalaman tahun sebelumnya kita menangani berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi pemudik diantaranya pingsan karena kelelahan, sakit selama perjalan bahkan melahirkan saat di kapal, sehingga perlu antisipasi dari pemudik agar tetap prima saat mudik,”ungkapnya.
Sebagai upaya untuk membantu pemudik, selain membagikan brosur dan selebaran. Pihak Puskesmas di Bakauheni yang langsung berhadapan dengan para pemudik dan berkoordinasi dengan beberapa tenaga kesehatan dari posko kesehatan bersama di Pelabuhan Bakauheni, Puskesmas Bakauheni menghimbau pemudik untuk memperhatikan beberapa tips selama melakukan perjalanan mudik.
Beberapa tips yang bisa dilakukan oleh pemudik selama arus mudik lebaran diantaranya:
- Siapkan fisik yang sehat dan prima sebelum mudik
- Periksa kondisi kelayakan kendaraan
- Tidak minum obat obatan yang menyebabkan kantuk atau minuman keras sebelum dan selama mengemudi
- Beristirahat setiap empat jam perjalanan
- Jangan paksakan mengemudi bila lelah dan mengantuk
- Displin dan patuhi rambu lalu lintas
- Kendalikan kecepatan kendaraan pada kondisi jalan rusak atau bergelombang, saat hujan, dan cuaca buruk
- Kendaraan tidak melebihi muatan dan tidak menyalahi peruntukkannya
- Gunakan masker dan lindungi diri dari asap, debu dan polusi
- Jangan mengongsumsi makanan atau minuman yang diberikan oleh orang yang tak dikenal
- Mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir sebelum dan sesudah makan
- Konsumsi makanan atau minuman yang bersih dan sehat
- Buanglah sampah pada tempatnya
- Tidak buang air kecil atau air besar sembarangan dengan menggunakan toilet yang tersedia
- Bila sakit manfaatkan pos kesehatan terdekat yang tersebar di jalur mudik lebaran.
[Henk Widi]