Anggota Komisi III DPR Minta KPK Usut Tuntas Dugaan Aliran Dana ke ‘Teman Ahok’.

JUMAT, 24 JUNI 2016

JAKARTA — Anggota Komisi Hukum DPR RI, Arsul Sani meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk cepat bekerja dalam mengonfirmasi informasi dugaan aliran dana Rp.30 miliar dari pengembang proyek reklamasi teluk Jakarta ke Teman Ahok.
“KPK semestinya cepat menuntaskan persoalan dugaan aliran dana tersebut, sebelum pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 mendatang,” ujarnya di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Jumat, (24/6/2016).
Kalau bekerjanya lambat, saat pencalonan justru akan jadi kontroversi dituduh sebagai pengganjal atau penghalang pencalonan (Ahok).
“Jadi, KPK jangan ragu lagi untuk menelusuri dugaan aliran dana Rp30 miliar itu. Apalagi, sejumlah mantan Teman Ahok sudah mengakui secara terbuka sumber dana Teman Ahok selama ini tidak transparan,” ujarnya
Ia berharap persoalan dugaan aliran dana ke Teman Ahok ini tidak bernasib sama seperti kasus Rumah Sakit (RS) Sumber Waras.
Hal senada juga dikatakan, Anggota Komisi III Desmon Mahesa, dia minta KPK sesegera mungkin mengusut dugaan aliran dana sebesar Rp 30 Milyar ke Teman Ahok.
“KPK jangan ragu usut kasus tersebut, saya yakin dengan dukungan Komisi III, KPK tidak mungkin mengelaknya, buktinya jelas sudah ada, bukti transfer itu semuanya ada, Jadi KPK harus tegakkan hukum,” sebutnya.
[Adista Pattisahusiwa]
Lihat juga...