SELASA, 14 JUNI 2016
BATU — Semakin melonjaknya harga gula pasir belakangan ini menjadikannya komoditas yang paling laris di beli dalam Operasi Pasar di kota Batu. Untuk mengantisipasi kenaikan harga tersebut sejak tanggal 26 Mei hingga 1 Juli 2016 Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menggelar Operasi Pasar di berbagai daerah di Jawa Timur termasuk di kota Batu. Bekerjasama dengan Perum Bulog subdrive Malang, di kota Batu sendiri Pemprov Jatim melakukan Operasi Pasar di dua titik yaitu di pasar besar dan pasar Gentengan kota Batu.

“Operasi Pasar ini di gelar untuk mengantisipasi lonjakan harga yang biasa terjadi menjelang hari besar keagamaan seperti hari raya Idul Fitri,”jelas Agus Suyadi pengawas dari Disperindag kota Batu kepada Cendana News, Selasa (14/6/2016).
Ia mengatakan, dalam operasi pasar kali ini terdapat empat komoditas yang di jual yaitu minyak goreng, gula, tepung dan beras dengan rincian harga sebagai berikut. Untuk minyak goreng di jual dengan harga Rp. 11.300,- per liter, gula pasir Rp. 11.750,- per kg, tepung terigu Rp. 7.200,- per kg dan beras kualitas premium dengan harga Rp. 8.700,- per kg yang sudah di kemas dalam kemasan 5 kg per kantong.
“Untuk menghindari pembelian dari tengkulak, kami juga membatasi jumlah pembeli yaitu 2 liter untuk minyak goreng, 2 kg masing-masing untuk gula dan tepung serta 5 kg untuk beras,”ungkapnya.
Agus menyampaikan, dalam sehari pihaknya menyediakan 500-750 kg beras, 1-1,5 ton gula, 96 kg tepung dan 648 liter minyak goreng. Dari keempat komoditas tersebut, diakuinya gula pasir merupakan komoditas paling di minati masyarakat karena harganya jauh lebih murah dari harga pasar yang mencapai angka Rp.16.000,- per kg.
“Berapapun gula pasir yang kita bawa setiap harinya pasti habis terjual karena gula merupakan komoditas yang paling banyak diminati masyarakat. Setelah gula, kemudian beras, tepung terigu dan yang terakhir minyak goreng karena harganya yang masih tergolang stabil,”ungkapnya.
Disebutkan pula, masyarakat Batu sangat antusias dengan adanya Operasi Pasar tersebut yang di buka mulai pukul 08.00-12.30 WIB.
“Dalam sehari, tidak kurang 100 orang sudah mulai mengantri sejak pagi,”pungkasnya.
[Agus Nurchaliq]