Masyarakat Sumenep Rela Berdesak-desakan dan Rebutan Demi Mendapatkan Sembako Murah

JUMAT, 17 JUNI 2016
SUMENEP — Operasi pasar yang digelar di Pasar Anom Baru, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dipadati masyarakat yang ingin membeli sembako murah. Bahkan mereka yang ingin mendapatkan sembako dengan harga rendah tersebut harus rela berdesak-desakan sesama warga, karena jika menunggu waktu lengang khawatir sembako yang disediakan keburu habis.
Sejumlah warga sedang berdesak-desakan untuk membeli sembako murah
Warga yang sudah menunggu sebelum operasi pasar dimulai langsung menyerbu secara bersama-sama ketika pasar murah itu di mulai, sehingga para penjaga penjualan bahan kebutuhan pokok sangat kewalahan. Sebab warga rebutan memberikan uang agar segera diberi sembako tersebut, akhirnya desak-desakan dan rebutan maju ke tempat lebih depan tak terhindari, beruntung tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Ya kalau menunggu pemebeli sepi kita tidak akan mendapat apa-apa, karena barang murah itu keburu ludes diborong pembeli, sebab dengan adanya pasar sembako murah ini sangat membantu warga. Apalagi sejak bulan Puasa ini banyak harga kebutuhan pokok sudah mulai naik, jadi operasi pasar ini dapat meringankan kami,” kata Anton (40) salah seorang pembeli di operasi pasar sembako murah, Jumat (17/6/2016).
Disebutkan, bahwa desak-desakan yang terjadi saat operasi pasar merupakan bentuk antuasia masyarakat yang ingin mendapatkan sebako murah, karena selama ini warga selalu membeli harga sembako dengan harga yang terus melambung. Sehingga dengan adanya pasar sembako murah tersebut sangat membantu terhadap masyarakat yang ada di daerah ini untuk memdapatkan semabako yang harganya dibawah harga jual pada umumnya.
“Jadi lumayan dengan adanya sembako harga murah ini, karena selama dua pekan harga sembako cenderung tidak stabil, bahkan banyak barang kebutuhan pokok yang selalu harganya naik. Makanya dengan pasar murah ini masyarakat merasa terbantu dan bisa membeli sembako yang murah,” jelasnya.
Operasi pasar yang digelar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan di saat bulan suci Ramadhan, karena saat ini banyak harga kebutuhan pokok melambung tinggi.  Untuk harga yang ditentukan dalam pasar sembako murah lebih rendah 25 persen dari harga pada umumnya dipasaran.
“Jadi bedanya harga sangat jauh dengan dipasaran, karena kalau tepung yang biasanya seharga Rp. 1600 per Kilogram, dijual menjadi Rp. 1200 per Kilogram, sedangkan untuk minyak goreng yang biasanya Rp. 16.300 kin dijual Rp. 11.300 per Kilogram. Sementara lainnya seperti, beras seharga Rp. 25.000 dengan berat 3 Kilogram dan hanya seharga Rp. 11.750 per Kilogram,” pungkasnya. (M. Fahrul)
Lihat juga...