Mampu Bangun Swadaya, Titiek Soeharto Apresiasi Petambak Udang Pantai Trisik

SABTU, 18 JUNI 2016

YOGYAKARTA — Titiek Hediati Soeharto mengapresiasi sejumlah petani tambak udang di kawasan pesisir selatan Pantai Trisik Kulonprogo, yang mampu berkembang sejak tiga tahun ini tanpa ada bantuan pemerintah. Namun, beberapa kendala kini dihadapi para petambak udang, karena belum adanya sarana pengolah limbah, sehingga disinyalir limbah tambak udang justru menimbulkan penyakit bagi udang sendiri.

Petani tambak udang di Pantai Trisik, Dusun Sidorejo, Banaran, Galur, Kulonprogo, tergabung dalam Kelompok Petambak Udang Panama Trisik Jaya. Dengan jumlah anggota 70 orang, udang dibudidayakan di 80 lahan tambak dengan luas per tambak berkisar antara 1.500 meterpersegi. Adapun lahan tersebut merupakan Tanah Paku Alaman, yang telah dikelola secara turun-temurun.
Ketua Kelompok Tambak Udang Panama Trisik Jaya, Jaka Samudra, menjelaskan, selama ini produktifitas udangnya tergolong cukup tinggi. Dalam kondisi normal, rata-rata setiap lahan tambak mampu menghasilkan udang sebanyak 4 Ton, dengan harga perkilogramnya sebesar Rp. 70.000. Udang tersebut dieksport ke berbagai negara tetangga seperti Taiwan, melalui pedagang yang ada di Cirebon, Jawa Barat dan Surabaya, Jawa Timur. Kendati produktifitas udang sudah cukup tinggi, kata Jaka, namun hasil tambak udangnya belum mampu memenuhi jumlah permintaan.
Namun, di tengah upaya mengejar peningkatan produktifitas udang, para petani tambak udang direpotkan dengan adanya penyakit berak putih, yang bisa mengakibatkan 40 Persen udang di tambak mati. Menurut Jaka, penyebab penyakit berak putih itu diduga karena limbah kotoran udang yang belum bisa diolah dengan baik. Sementara, para petani tambak udang tidak mampu membangun pengolah limbah karena membutuhkan dana yang besar.
Jaka mengatakan, selama ini belum pernah ada program pendampingan maupun bantuan pendanaan dari pemerintah. Berbagai upaya memajukan tambak udang selama ini dilalukan dengan bekersama dengan pihak swasta. Hal ini, menurutnya, menjadi kendala tersendiri. Meski telah ada laboratorium yang dibangun swadaya, namun berbagai kendala teknis dan medis dalam pengembangan udang tambak, belum bisa maksimal.
Terhadap keluhan para petani tambak udang tersebut, Titiek Soeharto dalam lawatannya di pesisir selatan Pantai Trisik tersebut akan mengupayakan beberapa langkah konkrit, agar persoalan para petani tambak udang bisa diatasi. Potensi ekonomi udang tambak yang cukup besar, kata Titiek, tentunya juga akan menjadi jalan bagi meningkatnya kesejahteraan para petani. (koko).
Lihat juga...