RABU, 15 JUNI 2016
BALI — Polemik Bela Negara yang akan diselenggarakan Kodam IX Udayana berakhir. Kodam membantah akan melatih persenjataan kepada ormas yang akan diikutsertakan dalam program Bela Negara.

Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Kolonel Infanteri J Hotman Hutahaen mengakui jika ormas besar yang sering bertikai seperti Laskar Bali, Baladika Bali dan Pemuda Bali Bersatu (PBB) akan diikutsertakan dalam program tersebut. Pelatihan itu berkat kerja sama Kodam Udayana dengan Kebangpolinmas Provinsi Bali.
Menurut Hotman, tujuan pelatihan jelas melakukan pembinaan terhadap anggota ormas agar dapat menjadi warga negara yang baik. Selain itu, Bela Negara juga wajib diikuti jika Ibu Pertiwi memanggil sesuai pasal 27 ayat 3 UUD 1945 yang menyatakan setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.
“Wacana itu dulu pernah dibahas oleh Pangdam IX/ Udayana dan Gubernur Bali pada tanggal 4 Februari 2016 lalu. Ormas yang kita sasar seperti Baladika, Laskar Bali dan PBB. Terkait ormas, sebaiknya tanyakan kepada Kesbangpol karena kita hanya sebagai penyelenggara saja,” kata Hotman di Denpasar, Rabu 15 Juni 2016.
Menurut Hotman, disasarnya ormas lantaran pada dasarnya mereka adalah warga negara Indonesia yang mempunyai hak sama dalam upaya pembelaan negara. Sementara terkait teknis perekrutannya, Kapendam menyerahkan kepada Kesbangpolinmas selaku penggagas ide.
Soal kapan diselenggarakan, Hotman mengaku hal itu tergantung penganggaran dari Pemerintah Provinsi Bali. “Untuk waktunya kita masih menunggu perubahan anggaran. Jadi, kita tunggu anggarannya di perubahan,” papar dia.
Metodologi pelatihan yang akan digunakan sedapat mungkin diarahkan untuk mempertebal kecintaan terhadap negara. Program Bela Negara diharapkan mampu menciptakan manusia Pancasila, mempertebal kecintaan terhadap Tanah Air, ideologi Pancasila meningkatkan wawasan kebangsaan.
Terkait bentuk pelatihan yang diberikan terhadap anggota ormas yang akan disaring nantinya, dibantah olehnya bahwa akan memberikan pelatihan menggunakan senjata api. “Tidak ada kami berikan pelatihan senjata api untuk program Bela Negara nantinya,” tegas Hotman.(Bobby Andalan
)