RABU, 15 JUNI 2016
SURABAYA — Memberikan pemahaman sejak dini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menggelar ajang Pemilihan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2016. Dimana anak-anak usia sekolah terutama siswa Sekolah Dasar (SD) membuat sebuah project atau program yang dilaksanakannya sendiri tanpa ada bantuan dari orang lain.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menyebutkan, program ini merupakan agenda tahunan dimana Pemkot Surabaya bekerjasama dengan Tunas Hijau mencari agen-agen lingkungan hidup dari para siswa.
“Pertama anak belajar berani, telaten dan komunikasi dengan orang lain, kedua anak paham bagaimana menjaga lingkungan dan ketiga anak belajar sosialisasi dengan orang lain,” cakapnya.
Para kandidat nantinya akan dinilai langsung oleh guru dan orang tua. Karena peran orang tua penting bagaimana mengontrol anak-anak saat membuat program. “Yang dilihat bukan besarnya program, tapi bagaimana anak-anak belajar membuat program, itu yang penting,” tandasnya.
Salah seorang kandidat Pangeran, Gardana menjelaskan dalam memberikan kontribusi terhadapa lingkungan hidup dirinya menyeru kepada orang-orang yang berbelanja di pusat perbelanjaan untuk tidak memakai kantong plastik.
“Saya teriak-teriak jangan pakai kantong plastik di supermarket, awalnya tidak ada yang mengindahkan ucapan saya tapi lama kelamaan banyak yang menuruti kata-kata saya dengan membeli kantong belanja dari kain,” jelasnya.
Pelajaran sadar lingkungan melalui ajang pemilihan pangeran dan putri ini diikuti oleh seluruh siswa SD se-Kota Surabaya dan diumumkan pada Minggu (19/6/2016) mendatang.
[Charolin Pebrianti]