Kivlan Zein: Awas, PKI Sudah Bangkit dan Menyusup di Banyak Lembaga

KAMIS, 2 JUNI 2016

YOGYAKARTA — Masih menggunakan nama Partai Komunis Indonesia (PKI), komunis telah bangkit lagi di Indonesia. Kepengurusan di tingkat pusat dan daerah telah terbentuk, bahkan gerakannya tergolong masif. Dengan pola perjuangan yang juga masih sama, PKI saat ini mulai bergerak secara diam-diam. Bahkan, kekuatan PKI disinyalir semakin kuat karena banyak kadernya yang telah berada di lembaga pemerintahan.

Tidak hanya di parlemen, kementerian dan instansi pemerintahan lainnya, kader PKI bahkan telah menyusup pula di tubuh TNI. PKI bekerja dengan pola lama di kalangan para guru, petani, dan TNI. Juga dengan cara perjuangan sama dengan yang disusun oleh DN Aidit, yaitu agitasi, propaganda, pemutar-balikkan fakta atau fitnah. Bahkan, PKI saat ini juga masih menyimpan 100.000 pucuk senjata dari China yang disimpannya sejak 29 Oktober 1965. Sejak dibubarkannya PKI pada tahun 1966, Pimpinan Pusat PKI memang menyerukan agar seluruh pengurus PKI membubarkan diri, untuk kemudian bangkit lagi di saat yang dianggap tepat. Sejak itu hingga sekarang, kekuatan PKI menjadi sel-sel tidur yang siap dibangkitkan ketika negara ini lemah.    
Mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat, Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zein, mengungkapkan hal itu di hadapan ratusan pemuda Muhammadiyah yang hadir dalam Tabliq Akbar Milad Ke-84 Pemuda Muhammadiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah Bantul, Rabu (1/6/2016), malam. Kivlan hadir dalam Tabliq Akbar yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah Kabupaten Bantul, bersama pembicara lain dari tokoh nasional Muhammadiyah, Muhammad Busyro Muqoddas. 
Kivlan dalam paparannya mengatakan, sejak tahun 2010 PKI telah bangkit dengan menyusun kepengurusan dari tingkat pusat hingga daerah. Tetap menggunakan namanya yang lama, katanya, PKI bahhkan telah menyusun Anggaran Dasar dan Angaran Rumah Tangga (AD/ART) dan menyusun buku perjuangan yang sama dengan yang dibuat oleh DN Aidit pada tahun 1951. “Gerakan ini dilakukan secara masif di banyak daerah yang memungkinkan seperti di kalangan para petani di desa-desa. Mereka juga sudah masuk ke semua kalangan termasuk TNI dan lembaga pemerintahan lainnya”, tegasnya.
Kivlan mengatakan, pergerakan PKI saat ini lebih dimungkinkan karena era yang semakin memberikan kebebasan. Melalui lelang jabatan di berbagai bidang, menurutnya, anak-anak PKI bisa masuk dan menduduki jabatan strategis, dan kemudian mengubah undang-undang dan peraturan. “Kita lihat di Sukabumi, Jawa Barat, muncul tuntutan untuk membubarkan Babinsa (Badan Pembina Desa -red). Padahal, Babinsa adalah lini depan bagi TNI untuk mendapat informasi sedini mungkin. Pemutaran film PKI yang menempatkan PKI sebagai korban juga merupakan upaya PKI menarik simpati. Karena itu, kita harus tetap waspada dan segara bergerak melakukan tindakan pencegahan yang nyata”, tegas Kivlan, sembari mengimbuhkan lagi, jika saat ini ada sebanyak 15 Juta orang anggota PKI yang sewaktu-waktu siap bangkit dan merebut kekuasaan. (koko) 
Lihat juga...