Pemuda Muhammadiyah Bahas Bangkitnya PKI di Tanah Air

KAMIS, 2 JUNI 2016


YOGYAKARTA — Menyusul maraknya kabar bangkitnya kembali Partai Komunis Indonesia (PKI) di tanah air, Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bantul menggelar tabliq akbar bertema Merawat NKRI: Mewaspadai Ideologi Komunisme, Marxisme, Liberal, Demi Keutuhan NKRI di Gedung Dakwah Muhammadiyah Bantul, Rabu (1/6/2016), malam.

Yahya Hanafi, Ketua PDPM Bantul


Tablig Akbar diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Kabupaten Bantul, menghadirkan dua tokoh nasional berkompeten dalam sejarah PKI di Indonesia dan peran Muhammadiyah dalam perjuangan kemerdekan RI, Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zein, dan Muhammad Busyro Muqoddas.

Tema Merawat NKRI: Mewaspadai Ideologi Komunisme, Marxisme, Liberal, Demi Keutuhan NKRI dipilih sebagai respon kaum muda Muhammadiyah terhadap berbagai informasi bangkitnya PKI yang akhir-akhir ini marak diberitakan media massa dan media sosial. Demikian dikatakan Ketua PDPM Bantul, Yahya Hanafi, sesaat sebelum tablig akbar tersebut digelar.
Tabliq Akbar Milad Ke-84 Pemuda Muhammadiyah di Bantul
Tablig akbar yang juga diadakan dalam rangka Milad Ke-84 Pemuda Muhamadiyah bertema merawat NKRI, lanjut Yahya, juga merupakan upaya kaum muda Muhammadiyah untuk mengklarifikasi kebenaran dari adanya pemberitaan tentang bangkitnya kembali PKI di tanah air. “Dengan hadirnya kedua tokoh tersebut, diharapkan kaum muda Muhammadiyah dan masyarakat luas pada umumnya, akan memahami secara utuh tentang bahaya komunisme dan seberapa nyata ancaman itu saat ini, dan tahu serta memahami cara penanggulangannya”, ujar Yahya.
Sementara itu, terkait potensi komunisme di Kabupaten Bantul, Yahya mengatakan, jika sejauh ini belum ada laporan mengenai adanya tanda-tanda bangkitnya komunisme. Justru dengan pembahasan tema Merawat NKRI itu, jelasnya, pemuda Muhammadiyah diharapkan tidak mudah terprovokasi. Sebaliknya, menjadi lebih cerdas, kritis dan mencari bukti terlebih dahulu sebelum membuat kesimpulan. (koko)
Lihat juga...