K13 Akan Diterapkan, Guru SMPN 2 Berbah Sleman Mengaku Tak Masalah

SABTU, 4 JUNI 2016

YOGYAKARTA — Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Berbah, Sleman, mulai bersiap menghadapi diterapkannya Kurikulum 2013 (K13) yang akan dimulai pada Tahun Ajaran Baru 2016-2017. K13 yang pada awal kemunculannya banyak menuai protes dari para siswa dan guru, telah mengalami revisi dan sejak 2013 itu pula tetap diterapkan terbatas di sejumlah sekolah rintisan.

Berbagai langkah persiapan dilakukan para guru SMPN 2 Berbah, Sleman, menyusul akan diterapkannya Kurikulum 13. Antara lain dengan sosialisasi kepada siswa, agar tidak kaget dengan perubahan kurikulum. Meski masih terbatas untuk Kelas VII, namun bukan berarti hanya para guru Kelas VII saja yang dituntut mampu, melainkan semua karena pada nantinya K13 juga akan diterapkan secara menyeluruh.
Masih diterapkannya K13 secara terbatas saat ini, disebabkan tingkat kesulitannya sehingga hanya sekolah-sekolah yang dianggap mampu saja yang ditunjuk. SMPN 2 Berbah, Sleman sendiri baru tahun ajaran baru nanti dipercaya menerapkan K13.
Kepala Sekolah SMPN 2 Berbah, Sleman, Nursidi Winarta ditemui Sabtu (4/6/2016) menjelaskan, ditunjuknya SMPN 2 Berbah untuk menggunakan K13 tidak lepas dari berbagai prestasi yang selama ini berhasil dicapai. Pada tahun kemarin, katanya, hasil Ujian Nasional SMPN 2 Berbah, Sleman, masuk dalam peringkat ke-21 dari 132 SMP se-Kabupaten Sleman. Selain itu, prestasi Kelas VII dalam Tes Kendali Mutu dan Ujian Naik Kelas meraih peringkat ke-8 dan Kelas VIII meraih peringkat ke-9.
Sementara itu, terkait Kurikulum 13, lanjut Nursidi, di Kabupaten Sleman baru ada 20 sekolah yang dipercaya untuk menerapkannya. Belum semuanya sekolah menerapkan K13 itu, menurut Nursidi, disebabkan tingkat kesulitan K13 yang menuntut para siswa lebih aktif dalam proses belajar mengajar, sehingga hanya sekolah-sekolah tertentu saja yang dianggap telah mampu yang dibolehkan menerapkan kurilulum tersebut.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah, Mujiyono menambahkan, dengan adanya penerapan K13 untuk Kelas VII, pihaknya mengaku tidak akan terlalu kesulitan. Pasalnya, pada awal diberlakukannya K13 pada tahun 2013 itu SMPN 2 Berbah Sleman sudah sempat menerapkan. Karena itu, jika sekarang ditunjuk lagi untuk menerapkan K13, pihaknya memastikan jika tidak akan ada kesulitan. “Bahkan, hampir 90 Persen guru di sini sudah pernah mengikuti pelatihan K13”, ungkapnya.
Menurut Mujiyono, berbagai perbedaan dari adanya penerapan K13, lanjut Mujiyono, dipastikan juga tak akan menimbulkan kendala. Dikatakan, perbedaan akan terjadi pada alokasi waktu pembelajaran, cara penilaian yang dilakukan secara deskriptif dan pola pembelajaran yang lebih menuntut keaktifan siswa.
“Dalam penerapan K13 itu, para siswa mencari materi sendiri, kemudian membahasnya di kelas secara berkelompok. Para siswa justru mengaku senang dengan model pembelajaran itu karena lebih kkntekstual dan menyenangkan”, pungkasnya. (koko)
Lihat juga...