LAMPUNG — Antisipasi arus mudik Dinas Perhubungan Provinsi Lampung berkoordinasi dengan Dishub kabupaten/kota melakukan langkah persiapan diantaranya pengecekan fisik kendaraan, administratif, sarana prasarana rambu jalan serta berbagai persiapan lain. Kasi Prasarana Keselamatan Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan Deni Wirawan, ST, MM Mengatakan pihaknya di bawah koordinasi Dinas Perhubungan Provinsi Lampung telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi arus mudik Idul Fitri 1437 hijriyah. Persiapan tersebut diantaranya dengan melakukan pengecekan kelayakkan kendaraan yang ada di sejumlah terminal di Lampung.
Deni mengungkapkan, sebelumnya telah dilakukan rapat koordinasi dengan beberapa instansi terkait untuk membahas persiapan mudik tahun 2016. Berbagai sosialisasi juga telah dilakukan kepada pemilik perusahaan oto bus, pengusaha travel untuk memperhatikan kelaikan kendaraan terutama dari segi fisik. Himbauan tersebut diantaranya agar pengusaha jasa transportasi pemilik armada angkutan trayek terminal Rajabasa-pelabuhan Bakauheni serta antar kabupaten dan kota di Lampung untuk melengkapi kelengkapan kendaraan serta kelengkapan administratif.
“Dinas perhubungan Lampung Selatan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Lampung telah melakukan berbagai langkah jauh jauh hari bahkan sebelum bulan Ramadhan terutama uji kelaikan kendaraan dan juga pemasangan stiker angkutan lebaran,”ungkap Deni Wirawan saat dikonfirmasi media Cendananews.com Sabtu (11/6/2016).
Pemeriksaan secara bertahap tersebut dilakukan untuk memberi kenyamanan dan meminimalisir kecelakaan lalu lintas akibat kendaraan tak laik jalan. Pemeriksaan bertahap dilakukan bekerjasama dengan kepala kepala terminal diantaranya terminal induk Rajabasa serta beberapa terminal lain di Lampung. Pemeriksaan diantaranya mencakup kondisi mesin, sistem pengereman, ban, lampu, wiper, serta fasilitas tanggap darurat. Sementara untuk dokumen administratif diantaranya surat izin trayek, KIR serta kartu pengawasan.
Sebagian kendaraan trayek terminal Rajabasa-pelabuhan Bakauheni yang belum diperiksa akan dilakukan pemeriksaan oleh petugas dengan sistem hulu hilir dimana kendaraan yang belum diperiksa di Bakauheni akan diperiksa di Rajabasa dan sebaliknya. Bagi pemilik kendaraan Deni mengakui masih memberi kesempatan hingga H-12 lebaran dan akan semakin diperketat menjelang H-7 lebaran untuk kelengkapan fisik kendaraan serta dokumen. Sebab selama ini ditemukan beberapa bus trayek Rajabasa-Bakauheni diantaranya mengalami pecah kaca yang bisa membahayakan penumpang.
Langkah persiapan menghadapi arus mudik juga menurut Deni dilakukan dengan melakukan perbaikan pada rambu rambu jalan, lampu jalan yang merupakan kewenangan pusat di ruas jalan nasional. Koordinasi dengan beberapa satuan kerja dilakukan juga terkait kesiapan sarana jalan yang akan dipergunakan untuk jalur mudik di wilayah Lampung.
Sebelumnya juga, Dinas Bina Marga Provinsi Lampung terus melakukan perbaikan di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di titik titik jalan berlubang untuk kesiapan arus balik dan arus mudik Idul Fitri 1437 Hijriyah. Persiapan dilakukan sebulan sebelum pelaksanaan arus mudik dan balik untuk melakukan perbaikan di beberapa titik jalan berlubang serta perbaikan total pada jalan rusak di ruas Jalan Lintas Sumatera.
Salah satu penanggungjawab dan pengawas pekerja rekanan dari Dinas Bina Marga Provinsi Lampung, Asmuni (40) saat dikonfirmasi mengaku perbaikan dilakukan oleh rekanan dengan melakukan pembongkaran pada bagian jalan yang rusak kemudian dilakukan penambalan. Beberapa ruas Jalinsum yang dikerjakan oleh Asmuni dan para pekerja yang berada di bawah pengawasannya diantaranya mulai dari Jalinsum ruas Kalianda hingga ruas Bakauheni.
“Target awal dari pihak Bina Marga adalah zero hole atau tanpa lubang sehingga dilakukan penambalan pada beberapa bagian Jalinsum yang berlubang dan dua pekan menjelang lebaran dilakukan perbaikan pada rambu serta lampu jalan,”ungkap Asmuni.
Selain perbaikan jalan beberapa persiapan menghadapi arus mudik menurut Asmuni dilakukan dengan melakukan pembuatan talud di titik titik rawan longsor yang berada di ruas Jalan Lintas Barat (Jalinbar) dari Provinsi Lampung-arah Provinsi Bengkulu. Beberapa titik rawan longsor diantaranya wilayah Gisting, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) serta ruas jalan pesisir Barat Lampung.
Selain berbagai upaya perbaikan Jalinsum, Polda Lampung melalui Karo Ops Kombes Pol Nelson Panjaitan mengungkapkan selama arus mudik lebaran tahun 2016 akan disiapkan sebanyak 52 Pos Pengamanan (Pospam) serta sebanyak 14 Pos Pelayanan (Posyan) serat 94 areal parkir yang tersebar di sebanyak 11 kabupaten/kota di Lampung.
“Tahun ini tidak ada operasi ketupat melainkan operasi Ramadhan dan akan berlangsung dari 30 Juni hingga 15 Juli 2016 dan Polda Lampung akan menyiagakan sebanyak 2.200 personil untuk mengawal kelancaran arus mudik,”ungkapnya.
Pengecekan kondisi jalan yang akan dilalui oleh para pemudik bahkan telah dilakukan oleh Korlantas dari Mabes Polri dengan menerjunkan tim khusus untuk memantau beberapa titik di Jalinsum yang memerlukan perbaikan diantaranya ruas Desa Kuripan yang memiliki jembatan dengan kondisi bergelombang, ruas Desa Ruguk dengan kondisi jembatan tanpa pembatas serta beberapa titik jalan lain sepanjang Jalan Lintas Timur Sumatera.(Henk Widi)