BPLH Kota Bandung Klaim Volume Sampah Menyusut

SELASA, 14 JUNI 2016

BANDUNG — Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung, Hikmat Ginanjar mengklaim masyarakat sudah mulai menyadari bahaya sampah kantong plastik. Sejak program kantong plastik berbayar diterapkan pada 21 Februari silam, kini volume sampah di Kota Kembang berkurang secara signifikan.
“Hasil estimasi tiga bulan pengurangan sudah 42 persen. Ini cukup signifikan itu estimasi kajian kami. Mayoritas perilaku masyarakat mengalami perubahan,” ungkap Hikmat, Selasa (14/5/2016).
Menurutnya kini banyak warga yang sudah terbiasa membawa keranjang sendiri dari rumah daripada memakai kantong plastik, dikala berbelanja. 
“Jadi yang biasanya belanja pakai kantong plastik, sekarang bawa keranjang sendiri,” jelasnya.
Pihaknya telah melakukan evaluasi tingkat nasional pada 23 Kabupaten/Kota di Indonesia. Tak hanya Kota Bandung, menurutnya, daerah lain pun sudah mendapatkan dampak prositif dari kebijakan kantong plastik berbayar ini.
“Secara keseluruhan terjadi perubahan signifikan dalam penggunaan kantong plastik. Pencemaran kantong plastik mengalami pengurangan,” ucapnya.
Diketahui, sejak Februari 2016 lalu Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menerapkan uji cona kantong plastik berbayar di setiap perusahan ritel. Dimana warga yang hendak berbelanja harus membayar Rp. 200 per kantong plastik.
Kebijakan tersebut, kini tetap diberlakukan pada perusahaan ritel yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (Aprindo).
[Rianto Nudiansyah]
Lihat juga...