LHOKSEUMAWE — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kota Lhokseumawe mengimbau masyarakat agar mewaspadai uang palsu. Disinyalir ada peningkatan peredaran uang palsu menjelang perayaan hari raya Idul Fitri 1437 Hijriah mendatang.
“Menjelang Idul Fitri seperti saat ini, peredaran uang palsu bisa saja semakin marak terjadi, masyarakat harus lebih waspada terhadap peredaran uang palsu tersebut,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kota Lhokseumawe, Yufrizal, kepada Cendana News, Rabu (29/6/2016).
Menurut Yufrizal, pelaku kejahatan peredaran uang palsu terseut kerap memanfaatkan momen-momen hari tertentu seperti perayaan hari raya. Kejahatan-kejahatan tersebut kerap terjadi di pusat-pusat perbelanjaan atau stasiun pengisian bahan bakar (SPBU).
Ia menambahkan, Kota Lhokseumawe merupakan salah satu daerah yang juga didapati beredaranya uang palsu. Namun, peredaran uang palsu tersebut masih dalam dalam jumlah sedikit dan jarang dijumpai, namun masyarakat harus tetap waspada.
“Kita mengimbau kepada warga masyarakat agar lebih teliti ketika melihat uang pada saat proses jual beli maupun proses lainnya agar tidak tertipu dengan para pelaku pengedar uang palsu. Ada ciri yang paling mudah dikenali, yaitu tinta khusus pada pojok kanan, dan terdapat benang pengamanan, kalau uang palsu kertasnya agak kasar, tentu jauh berbeda dengan ciri uang asli,” jelas Yufrizal.