RABU, 8 JUNI 2016
BANDUNG — Persib Bandung sudah tidak bisa menggunakan Stadion Si Jalak Harupat, guna melanjutkan laga kandang di Torabika Soccer Champinship (TSC) 2016. Sebab, stadion milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung tersebut akan dipersiapkan untuk pembukaan hajat Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat, pada September 2016 mendatang.

Alternatifnya, tim kebangaan bobotoh ini bisa saja menggunakan stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), di Gedebage, Kota Bandung. Kondisi GBLA memang sempat dikabarkan kurang memadai, setelah ditemukan ada beberapa retakan dan tanahnya ambles.
Kabar terbaru, Stadion berkapasitas 38.000 penonton ini sudah lolos uji ketahanan bangunan, pada Kamis (2/6) lalu. Manejer Persib Bandung, Umuh Muchtar pun melakukan peninjauan langsung ke Stadion GBLA, Rabu (8/6/2016). Dia berharap timnya bisa menggunakan kala menjamu Mitra Kukar, pada 18 Juni mendatang.
“Ada beberapa lantai yang masih diperbaiki, saya yakin bisa lah. Saya senang dan terima kasih Walikota juga sudah kasih izin,” ujar Umuh, di Stadion GBLA, Kota Bandung.
Umuh mengaku memang belum ketuk palu atau resmi menggunakan Stadion GBLA di partai kandang TSC 2016. Namun andaikata kondisi lapangan masih belum aman dia tak mempermasalahkan sekalipun tinnya harus bertanding tanpa penonton.
“Saya sudah bicara dengan pengembang, kalau di dalam sudah tidak ada masalah hanya di luar saja yang perlu dibereskan,” ujarnya.
Ada beberapa bagian yang belum diperbaiki, seperti lantai dan akses tol. Namun soal tribun penonton ia yakin tak akan rubuh.
“Saya rasa pihak kepolisian juga tidak akan mempersulit karena ini kepentingan umum setelah bertahun tahun buat lapangan,” pungkasnya.
Sementara itu, Project Manager PT. Adhi Karya selaku pengembang Stadion GBLA, Hendra Wijaya membenarkan bahwa stadion akan aman digunakan sebagai markas Persib. Namun dia tak menampik bahwa perbaikan Stadion GBLA belum rampung sepenuhnya.
“Target selesainya pada 5 Augustus dan sebetulnya bukan diperuntukan untuk Persib tapi untuk PON. Sebatas bobotoh tidak beraksi liar itu saja,” kata Hendra.
[Rianto Nudiansyah]