Titiek Soeharto : Jika Ingin Memberi Harga Pangan Murah, Secepatnya Tertibkan Tengkulak, Kartel Hingga Mafia

SENIN, 9 MEI 2016

SOLO — Jelang bulan suci Ramadhan dan lebaran tahun ini,  Pemerintah diminta secepatnya melakukan antisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok, agar masyarakat tidak terlalu terbebani dengan harga sembako yang terlalu tinggi.

Titiek Soeharto. (Sumber foto: Koko Triarko)
Hal inilah yang ditekankan Wakil Komisi IV DPR RI Titiek Hadiati Hariyadi, usai ziarah ke Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin dini hari (9/5/16). Ditekankan Putri Presiden H.M Soeharto, pemerintah saat ini sudah harus melakukan terobosan dan kinerja yang nyata agar lonjakan harga jelang lebaran dapat ditekan dan tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

“Jelang lebaran harga kebutuhan pokok pasti naik, pemerintah harus sudah jaga-jaga jangan sampai lonjakan harga tak terkendali dan memberatkan masyarakat,” ujarnya kepada Cendana News.

Menurut Titiek Soeharto, permainan harga mulai dari tengkulak, kartel, hingga mafia harus secepatnya ditertibkan, jika ingin memberikan harga pangan murah kepada masyarakat. 

Sejauh ini upaya pemerintah untuk menekan harga sembako di pasaran dengan menggelar operasi pasar dinilai kurang efektif, karena tidak mampu menyelesaikan permasalahan harga sembako di tingkat bawah.

Upaya untuk memerangi mafia sembako, Komisi IV DPR terus menekankan setiap rapat koordinasi dengan kementrian terkait. Namun sejauh ini juga belum ada tindakan yang nyata dari pemerintah untuk memangkas mafia sembako. Adanya mafia yang mempermainkan harga sembako ini bahkan dinilai sudah menggurita, sehingga pemerintah seolah-olah tidak mampu memangkasnya.

“Selalu kita tekankan, mafia ini jangan dibiarkan leluasa. Setelah reformasi ini sepertinya sudah keenakan, tidak ada yang mengawasi, atau semua orang kebagian di situ,” terang perempuan yang akrab dengan sebutan Mbak Titiek Soeharto itu.

Keberadaan mafia sembako ini, diduga tak lepas dari kacung-kacung mafia yang masih duduk di jabatan strategis di lembaga pemerintah. “Menteri atau pejabat di atas boleh ganti, tapi pejabat di bawahnya masih sama. Ini yang menjadi penyebab kenapa mafia masih ada hingga saat ini,” tekannya.

Memasuki pertengahan 2016, stabilitas pangan nasional yang belum baik ini menurutnya juga dikarenakan tidak ada koordinasi yang baik di internal Kabinet Kerja Presiden Jokowi. Bahkan, para menteri yang seharusnya konsentrasi kerja untuk kemakmuran dan kepentingan rakyat, terlihat gaduh dan membuat kebijakan yang dikeluarkan tidak sinergi.

“Yang saat ini terjadi tidak ada koordinasi yang baik sesama menteri. Di sisi lain tidak boleh impor,  tapi di kementrian lain buka kran impor. Sekarang malah saling tuding-menuding, gaduh sendiri,” tambahnya.

Diakhir perbincangan, Titiek Soeharto meminta Presiden Jokowi untuk meningkatkan koordinasi antar menteri yang ada di kabinetnya agar dapat memberikan hasil kinerja yang terbaik bagi rakyat. Ia berharap pemerintah mampu menekan lonjakan harga sembako jelang lebaran tahun ini, agar tidak terlalu membebani masyarakat di tengah mempersiapkan kebutuhan lebaran lainnya. 

“Mudah-mudahan  jelang lebaran ini harga sembako tidak separah yang kemarin, dan tidak dijadikan bisnis tahunan.” pungkasnya. (Harun Alrosid).
Lihat juga...