Program Kawin Suntik Gagal, Titiek Soeharto Beri Bantuan Sapi Pejantan

SENIN, 9 MEI 2016
YOGYAKARTA — Menyusul gagalnya program kawin suntik atau Inseminasi Buatan (IB) yang dialami oleh Kelompok Ternak Pembibitan Sapi Andini Mulyo di Dusun Bayen, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Titiek Soeharto memberikan bantuan satu ekor sapi pejantan. Bantuan satu ekor sapi pejantan itu dirasa telah memenuhi kebutuhan bagi 35 ekor sapi betina milik kelompok ternak tersebut. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di sela kunjungan Titiek Soeharto di Taman Tebing Breksi, Prambanan, Sleman, Minggu (8/5/2016).
Penyerahan simbolis bantuan sapi pejantan
Sejak dicanangkannya program swasembada pangan, termasuk di dalamnya swasembada daging, beberapa upaya telah dilakukan guna mempercepat sekaligus meningkatkan produktifitas bidang peternakan, salah satunya sapi. Beberapa  upaya antara lain dilakukan melalui program Gertak Birahi dan program inseminasi buatan.
Namun demikian, tak semua program tersebut memberikan hasil memuaskan bagi semua peternak sapi. Bahkan, sebaliknya, program IB justru dinilai merugikan sejumlah peternak sapi. Pasalnya, dari sekian kali IB yang dilakukan, ternyata tak juga menyebabkan bunting pada sapi betina. Bahkan, akibat IB tersebut sistem reproduksi alamiah sapi betina justru mengalami gangguan. Hal itulah yang dialami oleh Kelompok Ternak Pembibitan Sapi Andini Mulyo di Dusun Bayen.
Ketua Kelompok Ternak Pembibitan Sapi Andini Mulyo, Suripto, menegaskan, akibat gagalnya program IB di peternakannya itu telah menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Pasalnya, untuk setiap kali melakukan kawin suntik atau IB, para peternak harus mengeluarkan biaya sebesar Rp. 50.000. Akibat kegagalan IB, banyak peternak sapi harus melakukan beberapa kali IB dengan biaya sendiri. “Tak hanya sekali atau tiga kali, peternak kami bahkan ada yang melakukan IB sepuluh kali dengan biaya sendiri, namun hasilnya nihil”, tegasnya.
Kerugian dari gagalnya IB tersebut tak hanya pada biaya IB yang telah dikeluarkan. Namun, juga biaya pakan selama dalam proses pemeliharaan, mengingat selama proses IB tersebut sapi juga harus dipenuhi kebutuhan pakannya. Karena itu, kata Suripto, pada kunjungan Titiek Soeharto di Kelompok Ternak Pembibitan Sapi Andini Mulyo, sebulan lalu, Suripto meminta agar diberi bantuan sapi pejantan. “Alhamdulillah, Ibu Titiek benar-benar memberikan bantuan yang sudah dijanjikan dan yang sangat kami butuhkan”, ujarnya.
Kelompok Ternak Pembibitan Sapi Andini Mulyo, telah berdiri sejak tahun 2006 dengan anggota sebanyak 22 orang. Saat ini, kata Suripto, ada sebanyak 35 ekor sapi betina yang membutuhkan sapi pejantan sebagai jalan keluar dari gagalnya program IB. Sementara itu, dalam serah-terima bantuan sapi pejantan, Titiek Soeharto berharap, agar bantuan yang telah diberikan itu bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya. “Bantuan ini sifatnya hanya pertolongan saja, karena tidak semua program IB itu gagal”, ujar Titiek, yang dalam kesempatan yang sama juga secara simbolis memberikan bantuan sejumlah ekor kelinci pedaging kepada kelompok ternak kelinci Kulonprogo. (Koko)
Lihat juga...