Titiek Soeharto Dorong Obyek Wisata Breksi Jadi Destinasi Wisata Internasional

SENIN, 9 MEI 2016
YOGYAKARTA — Obyek Wisata Tebing Breksi di Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman, memiliki keindahan alam yang tak kalah elok dengan Grand Canyon atau lembah ngarai tebing terjal di Arizona. Karenanya, Titiek Soeharto dalam kunjungannya pada Minggu (8/5/2016), meminta agar warga setempat mampu mengembangkan Tebing Breksi menjadi obyek wisata kelas dunia.

Titiek Soeharto kunjungi Tebing Breksi

Tebing Breksi di Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman, masuk dalam kategori geo heritage yang sungguh langka. Tebing tersebut merupakan bukit batuan putih yang terbentuk oleh endapan abu vulkanik Gunung Api Purba di Nglanggeran, Gunung Kidul. 
Pada kunjungannya diakhir pekan ini, Wakil Ketua Komisi IV Bidang Pertanian, Perikanan, Kelautan dan Lingkungan Hidup, Titiek Hediati Soeharto, menyatakan kekaguman dan harapannya. Terlebih ketika mengetahui, jika potensi wisata Tebing Breksi justru muncul dari adanya aktifitas pertambangan batu oleh warga setempat  yang telah berlangsung sejak tahun 1980-an. 
“Kesan saya pribadi, Tebing Breksi ini sangat unik. Apalagi, dengan keberadaan Breksi yang merupakan bagian dari geo heritage, semestinya bisa dikembangkan lagi menjadi destinasi wisata yang bisa menarik wisatawan manca negara”, ungkapnya.
Dalam upaya itu, kata Titiek, beberapa hal bisa dilakukan, antara lain dengan membuat wisata kuliner, panggung sendra tari ramayana seperti di Candi Prambanan, homestay dan sebagainya. 
“Apalagi, di sekitar radius 4 Kilometer dari Taman Tebing Breksi ini ada sekitar 7 candi yang tentu akan menambah daya tarik wisata Taman Tebing Breksi”, cetusnya.
Namun demikian, Titiek dengan kejeliannya pun menangkap adanya aksi vandalisme atau corat-coret yang ada di Tebing Breksi. Untuk itu, Titiek meminta agar perangkat desa setempat bisa menjaga dan bertindak tegas terhadap aksi corat-coret tersebut. 
“Kalau perlu pelakunya diberi hukuman supaya jera”, tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Sambirejo, Mujimin, mengatakan, pihaknya akan lebih meningkatkan lagi aspek keamanan Taman Tebing Breksi, utamanya dari aksi-aksi vandalisme. Mujimin juga mengatakan, jika selama ini berbagai upaya telah dilakukan guna lebih meningkatkan kenyamanan Tebing Breksi sebagai obyek wisata. Antara lain, pembangunan panggung pertunjukan yang diberi nama Telatar Seneng dan tempat ibadah.
Taman Tebing Breksi mulai dibuka sebagai obyek wisata pada 21 Mei 2015. Peresmiannya dilakukan oleh Gubernur DI Yogyakarta, Sultan HB X. Sejak dibukanya sebagai obyek wisata, katanya, jumlah pengunjung dari hari ke hari terus meningkat. Setidaknya, sebanyak 1000 orang mengunjungi Taman Breksi dalam satu bulannya. Namun demikian, Taman Tebing Breksi yang selama ini dikelola oleh warga setempat yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata, belum ada tarif atau tiket masuk. 
“Pengunjung hanya dikenai tarif parkir, sedangkan tarif masuk obyek wisata masih menunggu Peraturan Desa”, pungkasnya. (Koko)
Lihat juga...