Stok Terbatas Tak Pengaruhi Harga Daging Sapi di Balikpapan

JUMAT, 27 MEI 2016

BALIKPAPAN — Meski persediaan daging sapi di kota Balikpapan terbatas akibat dihentikan sementara pengiriman dari salah satu daerah penyuplai, ternyata tidak mempengaruhi harga disejumlah pasar tradisional di kota tersebut.
Salah seorang pedagang daging sapi Pasar Klandasan, Wawan mengatakan, saat ini harga daging sapi masih normal seperti biasa meski mendekati bulan Ramadan.
“Sekarang harga daging sapi Rp120 ribu perkilogramnya. Belum ada kenaikan masih normal. Katanya sih stok kurang tapi belum ada naik, permintaan juga masih biasa aja,” katanya saat ditemui, di Pasar Klandasan, Jumat (27/5/2016).
Wawan menyebutkan, permintaan dalam sehari satu ekor atau 80 kilogram apabila ramai pembeli. Namun bila sepi pembeli kurang dari jumlah tersebut.
“Kadang bisa laku 80 kilogram, tapi kadang kurang dari itu. Biasanya nanti mau lebaran ada peningkatan permintaan,” ujarnya disela aktivitasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Balikpapan menghentikan pengiriman sapi dari salah satu daerah penyuplai untuk mengantisipasi penyebaran virus antrax. Dan populasi sapi lokal di Balikpapan hingga kini belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar. Proses penggemukan sapi yang ada di Balikpapan saat ini hanya untuk persiapan musin Lebaran Haji atau Hari Raya Kurban.
Meski harga daging sapi tetap normal, namun sebaliknya harga daging ayam justru beranjak naik.
Ida salah seorang pedagang daging ayam mengatakan, harga daging sejak tiga hari terakhir dimana perkilogramnya Rp20 ribu. Sehingga per ekor untuk ukuran besar Rp45 ribu, sedangkan ukuran kecil Rp40 ribu. Sebelumnya berkisar Rp32-38 ribu.
“Kenaikan harga ini biasa terjadi jelang Ramadan. Nanti akan turun lagi satu minggu Ramadan. Harganya naik dari sananya,” tutupnya.
[Ferry Cahyanti]
Lihat juga...