Stok LPG di Sumenep pada Bulan Ramadhan Dipastikan Aman

JUMAT, 27 MEI 2016

SUMENEP — Adanya tambahan kouta Liquified Petroleum Gas (LPG) jenis melon di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, nantinya pada saat bulan Ramadhan dapat dipastikan dan tidak akan terjadi kelangkaan. Pasalnya tambahan tersebut sudah lebih dari kebutuhan masyarakat di hari-hari biasa pada tahun sebelumnya.


Pada tahun 2016 ini tambahan kouta Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 Kilo gram di ujung timur pulau Madura ini mencapai 38,43 persen. Sehingga setiap pangkalan yang ada di wilayah kota maupun kecamatan secara otomatis mendapat tambahan kouta secara keseluruhan berjumlah sebanyak 21.532 metric tons.
“Jadi dengan adanya tambahan kouta, kami tetap yakin lebaran hingga lebaran nanti stok Liquified Petroleum Gas (LPG) jenis melon akan aman. Karena tambahan tersebut jauh lebih banyak dari pengajuan tahun sebelumnya yang hanya 10-18 persen,” kata Suhermanto, Staf Bagian Perekonomian Pemkab Sumenep, Jumat (27/5/2016).
Disebutkan, bahwa penambahan kouta untuk daerah ini sudah berdasarkan ketetapan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPH MIGAS) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sehingga kouta tersebut ditentukan secara keseluruhan untuk daerah di kabupaten itu sendiri. 
“Sementara untuk mekanisme kuota di wilayah kecamatan ditentukan secara internal, maka agen itu nanti menebus dan  menyalurkan kepada pangkalan secara keseluruhan. Maka setelah kami koordinasi dengan pihak Pertamina nanti bagaimana agar agen menunjuk daerah yang dinilai minim pangkalan,” jelasnya.
Pihaknya meminta di saat bulan Ramadhan para agen yang ada di daerah ini agar dapat menyalurkan Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 Kilo gram secara lancar, sehingga meskipun hari libur tetap melayani, agar kebutuhan masyarakat yang mulai meningkat tetap saja terpenuhi.
Biasanya menjelang bulan Ramadhan pada tahun-tahun sebelumya sangat rentan terjadi penimbunan Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 Kilo gram, akibatnya kelangkaan tak bisa dihindari, sehingga akan berdampak terhadap tingginya harga yang hingga mencapai di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Sementara untuk tahun 2016 ini kelangkaan LPG jenis melon diperkirakan tidak akan terjadi, namun yang terpenting distribusi tersebut tetap lancar. Tetapi jika distribusi sering terkendala cuaca seperti wilayah kepulauan, maka kemungkinan besar harga tersebut akan melambung tinggi. (M. Fahrul)
Lihat juga...