KAMIS, 12 MEI 2016
MAUMERE—Seminggu menjelang iven balap sepeda Tour de Flores, jalan-jalan utama di kota Maumere masih gelap gulita. Bukan hanya itu, beberapa lampu yang berada di beberapa titik jalan juga belum terpasang.
![]() |
| Demo aktivis mahasiswa terkait kinerja PLN FBT akhir tahun 2015. |
Pantauan Cendana News, sepanjang Rabu sore hingga malam (11/5/2016) di sepanjang ruas jalan negara, baik di jalan Achmad Yani, Jenderal Sudirman maupun Gajah Mada masih sama seperti sebelumnya. Selain itu, jalan-jalan utama di dalam kota Maumere seperti Jalan El Tari, Ning Meak,Raja Centis juga masih gelap gulita. Kondisi ini diperparah dengan adanya emadaman listrik secara bergilir pun tetap dilakukan.
“Bapak lihat sendiri kondisinya seperti ini sejak dahulu.Kita selalu bayar pajak penerangan jalan tapi lampu jalan semuanya tidak berfungsi,” gerutu Andreas Dedy.
Warga Kota Maumere yang ditemui Cendana News Rabu malam (11/5/2015) pukul 20.00 WITA di depan Gelora Samador ini mengaku kesal dengan kondisi kota yang gelap gulita meski mengalami perkembangan drastis.
“Tak heran bila pencurian marak terjadi. Di jalan utama saja gelap apalagi di lorong-lorong dalam perkampungan,” kata Dedy geram.
Dedy menambahkan, banyak temannya yang datang dari luar Maumere mempersoalkan hal ini. Temannya mengatakan kota Maumere ibarat kota mati padahal potensinya sangat bagus.
“Penerangan jalan yang dari uang pelanggan saja tidak diurus bagaimana pemerintah mau mengurus persoalan lain yang lebih besar.DPRD Sikka pun tidak tegas soal ini,” kritiknya.
Hal senada juga dikeluhkan Veronika Mince yang ditemui Cendana News di depan Barata Mall. Dikatakan Vero sapaannya, jalanan sudah gelap malah diperparah dengan listrik yang sering padam sejak awal tahun 2016.
“Kalau manager PLN yang sekarang tidak mampu lebih baik diganti saja dengan orang yang mampu.Kasihan kami pelanggan selalu bayar tapi listrik mati hidup,” kata Vero kesal.
Menurut Vero, pihak PLN seenaknya melakukan pemadaman tanpa memberitahu pelanggan sehingga banyak alat-alat elektronik yang rusak. Meski DPRD Sikka sudah mempersoalkan hal ini namun PLN Flores Bagian Timur seolah masa bodoh.
“Kalau tidak mampu kerja lebih baik Diut PLN segera copot manager-nya jangan sampai dia hanya makan gaji buta, Masa kinerja PLN semakin lama bertambah jelek,” ungkap Vero kesal.
Bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera saat Rakor terkait TdF di aula Setda Sikka, Senin (9/5/2016) juga meminta agar PLN jangan mematikan listrik dari tanggal 16 hingga 20 Mei 2016, saat acara TdF.
“Banyak tamu asing yang datang jadi kalau listrik padam maka kita pasti akan malu,” pesan Ansar. (Ebed De Rosary)