Hujan Deras Tak Menyurutkan Semangat Pekerja PTPN VII untuk Aksi Jalan Kaki Menuju Ibukota

KAMIS, 12 MEI 2016

LAMPUNG—Puluhan buruh di PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VII melakukan aksi jalan kaki dari tempat tinggalnya dengan tujuan ibukota negara guna menemui Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. 

Pekerja PTPN VII saat melakukan aksi 


Setelah menempuh perjalanan ratusan kilometer, sebanyak 61 pekerja PTPN VII satu diantaranya wanita, sempat bermalam di sebuah masjid di Desa Tetaan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan. Setelah itu tepat pukul 06.00 WIB puluhan pekerja tersebut melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki meski dalam guyuran hujan rintik rintik menuju Pelabuhan Bakauheni.
Salah satu pekerja yang turut dalam aksi jalan kaki melewati Jalan Lintas Sumatera menuju ibukota adalah Andi. Ia mengungkapkan aksi yang dilakukan dengan berjalan kaki menempuh jarak ribuan kilometer ini untuk menyampaikan tuntutan ke Presiden Joko Widodo terkait adanya “kerja paksa” di perusahaan milik negara tersebut.
“Kami bekerja cukup keras namun upah yang kami terima dibawah standar dan tidak manusiawi sehingga kami menyebut ini sebagai kerja paksa dan presiden harus turun langsung melihat dan menyelesaikan persoalan kami ini” ungkap Andi saat dikonfirmasi media Cendana News sesampainya di Desa Hatta Kecamatan Bakauheni, Kamis pagi (12/3/2016).
Andi mengaku bersama rekan rekannya meski lelah, diterpa panas terik, berangkat saat hujan dengan membawa spanduk, bendera merah putih, replika keranda mayat sebagai simbol matinya keadilan dan hati nurani penguasa di republik ini. Nampak beberapa pekerja mengenakan mantel untuk melindungi diri dari derasnya hujan, mereka juga membawa kotak amal yang mereka harapkan para pelintas jalan di sepanjang Jalan Lintas Sumatera peduli dengan aksi mereka dan berkenan berbagi rezeki.
“Beberapa menit lagi atau bahkan lebih kami akan sampai di Pelabuhan Bakauheni selanjutnya meneruskan perjalanan darat melalui laut dengan naik kapal menuju Pelabuhan Merak dan dilanjut jalan kaki lagi” ujarnya.
Pantauan Cendana News, puluhan pekerja yang melakukan aksi jalan kaki tersebut, diantaranya tidak mengenakan alas kaki, mereka berjalan dengan kaki telanjang. Lima diantaranya membawa bendera merah putih, delapan orang mengangkat replika keranda mayat dan sebagian membawa perbekalan. Walau diguyur hujan deras, mereka mengaku akan terus melanjutkan perjalanan. (Henk Widi)
Lihat juga...