SENIN, 16 MEI 2016
JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat merilis data ekspor dan impor Indonesia, dimana sumber datanya diambil dari 34 Provinsi se-Indonesia, termasuk data statistik Ekspor yang berasal dari Provinsi DKI Jakarta. Provinsi DKI Jakarta merupakan salah satu Provinsi yang menyumbang nilai barang ekspor pada sepanjang bulan April 2016 sebesar 3.548,4 juta US Dolar (USD). Namun apabila dibandingkan dengan data ekspor Provinsi DKI Jakarta bulan April 2015 terhadap April 2016 mengalami penurunan sebesar 3,3 persen.
Turunnya nilai ekspor yang dialami Provinsi DKI Jakarta beserta 33 Provinsi lainnya di Indonesia tersebut faktor utamanya karena dipengaruhi anjloknya harga Minyak dan Gas (Migas) dunia di pasar internasional. Sebagaimana diketahui, harga minyak dunia pada pembukaan perdagangan hari ini Senin (16/5/2016) masih bertengger di angka 37,20 US Dolar per barel, tentu harga tersebut masih jauh dibawah harga normalnya sekitar 50 sampai 60 US Dolar (USD) per barel. Hal ini rupanya mempengaruhi besaran kemampuan ekspor Provinsi DKI Jakarta dan semua Provinsi yang ada di Indonesia.
Sementara itu nilai ekspor Provinsi DKI Jakarta antara lain didominasi ekspor lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, perhiasan/permata, mesin/peralatan listrik, bagian-bagian kendaraan, mesin/pesawat mekanik, alas kaki. bijih logam, timah dan kapal laut. Sedangkan secara keseluruhan berdasarkan negara tujuan utama ekspor non migas Provinsi DKI Jakarta yang terbesar masih ke Amerika Serikat, kemudian Tiongkok dan terakhir Jepang. Sedangkan untuk negara ASEAN tujuan ekspor Provinsi DKI Jakarta uang terbesar ke Singapura, kemudian Malaysia dan Thailand.
Sedangkan tujuan ekspor Provinsi DKI Jakarta ke negara Uni Eropa yang terbesar adalah Jerman, kemudian Belanda dan Italia. Sektor pertanian masih menduduki peringkat pertama, disusul industri pengolahan dan pertambangan. Sementara itu, nilai total ekspor Provinsi DKI Jakarta bulan Januari hingga April 2016 sebesar 3.548,4 juta US Dolar (USD) dan menyumbang prosentase ekspor secara nasional sebesar 7,88 persen. Secara nasional total nilai ekspor Provinsi DKI Jakarta pada bulan April 2016 bertengger di peringkat ke 5, setelah Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur dan Riau.
“Secara keseluruhan nilai ekspor Provinsi DKI Jakarta dan 33 Provinsi lainnya di Indonesia sepanjang bulan April 2016 mengalami penurunan sebesar 3,07 persen jika dibandingkan nilai ekspor pada bulan Maret 2016, sedangkan apabila dibandingkan dengan bulan April 2015 terhadap bulan April 2016 nilai ekspor secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 12,65 persen, faktor utama yang mempengaruhi turunnya nilai ekspor secara keseluruhan adalah anjloknya harga minyak mentah dunia di Pasar Internasional,” demikian dikatakan Sasmito Hadi Wibowo, Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pusat di Kantor BPS di Jakarta, Senin (16/5/2016).
Sasmito Hadi Wibowo mengatakan “secara keseluruhan nilai total ekspor Provinsi DKI Jakarta ke luar negeri sepanjang bulan April 2016 sebesar 3.548,4 juta US Dolar (USD) atau secara prosentase nasional menyumbang sekitar 7,88 persen, dimana Provinsi DKI Jakarta berada di urutan nomor 5 diantara 34 Provinsi yang ada di Indonesia, setelah Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur dan Riau”.
[Eko Sulestyono]