Diusir, Mantan Penderita Kusta Datangi Kantor Camat


JUMAT, 20 MEI 2016

Puluhan mantan penderita kusta yang tinggal di Dusun Matang Limeng, Desa Kuta Gelumpang, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Aceh, mendatangi kantor kecamatan setempat, Jumat (20/5/2016). Kedatangan mereka guna mengadu kepada camat karena telah diusir oleh kepala desa setempat.

Pantauan Cendana News, warga yang tinggal terasing dan jauh dari pemukiman pendudukan tersebut datang dengan puluhan sepeda motor. Tidak hanya para pria, seumlah ibu-ibu dan anak-anak juga ikut dalam aksi tersebut.
“Kami tidak diterima lagi oleh keuchik (kepala desa, red) setempat, padahal kami masih warga desa itu,” ujar Ismail, Salah seorang mantan penderita kusta yang juga Kepala Dusun Matang Limeng kepada Cendana News.
Kehadiran mereka, kata Ismail untuk meminta camat memberi mereka solusi terkait persoalan yang sedang dihadapi. Katanya, selain diasingkan, mereka juga tidak pernah memperoileh bantuan sosial yang seharusnya mereka dapat.
“Kami menyerahkan diri ke kantor camat untuk diberikan solusi akhir terkait kisruh yang terjadi di desa. Bukan hanya kali ini, kami sebagai penderita kusta benar-benar diasingkan tanpa ada perhatian khusus dari pihak desa,” katanya.
Ia menceritakan, selama ini, di dusun Matang Limeng tersebut terdapat sekitar 120 jiwa dari sekitar 30 Kepala Keluarga (KK). Hampir seluruhnya dari mereka merupakan penderita kusta yang kini telah sembuh, bahkan anak-anak mereka sama sekali tidak mengalami penyakit yang sama.
Meskipun begitu, lanjut Ismail, mereka yang menempati rumah bantuan tsunami tersebut tetap saja diasingkan, cukup jauh dari pemukiman. Mereka tinggal di pinggir pantai. Sebagian besar dari mereka bekerja sehari sebagai nelayan.
Karena dikucilkan, Ismail mengaku anak-anak mereka sulit memperoleh akses pendidikan. Meski normal seperti anak-anak yang lain, anak-anak penderita kusta ini kerap ditolak saat hendak masuk sekolah di desa tersebut.
“Kami tidak punya pekerjaan, anak-anak kami juga ada yang tidak sekolah karena tidak diterima, kalau bantuan pemerintah cuma beras raskin (beras untuk keluarga miskin) saja, lainnya nggak ada dapat apa-apa,” kata Ismail. (Zulfikar Husein)
Lihat juga...