Deddy Mizwar : Pak Harto Layak Bergelar Pahlawan Nasional

SENIN, 23 MEI 2016
BANDUNG—Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menilai Suharto memiliki jasa besar terhadap pembangunan bangsa ini. Karena itu, Presiden  Republik Indonesia ke-2 tersebut layak diberikan gelar pahlawan nasional.

Menurutnya, tanpa peran Suharto, Indonesia tak akan bisa menjadi bangsa yang besar. Terobosan yang dilakukannya selama menjabat Presiden, menjadi pondasi kuat terhadap keutuhan negara ini.
“Beliau sangat berperan terhadap pertumbuhan bangsa saat ini. Hasil karya beliau kemajuan secara fisik di era beliau. Pertumbuhan ekonomi pesat, pembangunan. Ini kita rasakan,” ujar Deddy di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (23/5/2016).
Tak hanya itu, Suharto juga ambil bagian kala merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Dimana pada tahun 1945, Pak Harto (sapaan karib Suharto) bersama dengan rakyat Indonesia lainnya, berkontribusi besar memperjuangkan negeri ini.
Deddy mempertanyakan tanggapan miring soal Bapak Pembangunan tersebut. Menurutnya setiap pihak tak bisa mengklaim Pak Harto telah melakukan tindakan minus, selama menjabat sebagai Presiden. Tuduhan kelibatannya terhadap perkara Hak Asasi Manusia (HAM) dan korupsi tak bisa ditelan mentah-mentah oleh masyarakat.
“Kejahatan kemanusiaan? Korupsi? Yang mana? Perlu pembuktian. Yang jelas karyanya memang banyak, besar,” katanya.
Begitu pula soal pemberangusan Partai Komunis Indonesia (PKI) di tahun 1965 silam. Ia sampaikan, perlu ditelusuri lebih dalam terkait tuduhan itu. Sekalipun benar adanya, menurutnya, kondisi saat itu memang perlu dilakukan oleh Pak Harto, untuk menindak tegas ancaman laten yang akan berdampak besar kepada negeri ini.
“Kejahatan ke PKI? PKI memang baik?  PKI benar? Belum tentu baik juga. PKI itu debatable,” ucapnya.
Menurutnya setiap manusia memiliki kekurangan, tak terkecuali Pak Harto. Namun akan lebih bijaksana untuk melihat dan mengapresiasi keberhasilannya, yang telah menabur benih kebaikan di Indonesia. 
“Kalau saya melihat kebaikannya dia, jasanya Pak Harto. Manusia mana yang enggak punya salah, enggak punya dosa. Kasih tau saya,” pungkasnya. (Rianto Nudiansyah)
Lihat juga...