SENIN, 23 MEI 2016
LABUAN BAJO —Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya mengatakan, Tour de Flores (TdF) akan menjadi even pariwisata tahunan di Flores yang dipadukan dengan kegiatan balap sepeda internasional. Kegiatan ini dimaksudakan untuk menarik minat masyarakat Indonesia dan mancanegara mengunjungi berbagai daya tarik wisata di Flores, NTT.

“Tour de Flores terdiri atas dua acara pokok, yaitu wisata dan balap sepeda internasional,”kata Arief saat menutup even Tour de Flores di Labuan Bajo ibukota kabupaten Manggarai Barat, Senin (23/5/2016) sore.
Acara wisata diisi dengan kegiatan mengunjungi wisata alam seperti Danau Kelimutu dan Pulau Komodo, acara budaya, bazaar dan pesta rakyat. Sementara balap sepeda Internasional dilaksanakan dibawah pengawasan Union Cycliste Internationale (UCI).
Badan Penyelenggara Balap Sepeda Internasional lanjutnya akan bekerjasama dengan Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) guna menggelar even Tour de Flores.
“Tour de Flores 2016 merupakan bentuk konsolidasi antara Pemerintah (Pusat) dan Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten). Melalui Tour de Flores tercipta kerjasama yang saling melengkapi antara banyak pihak,” terangnya.
Chairman TdF, Primus Dorimulu dalam sambutannya juga menegaskan hal serupa. Tour de Flores akan melengkapi dua even serupa yang sudah diselenggarakan di Indonesia.
“TdF akan melangkapi dua event serupa yakni Tour de Singkarak dan Tour de Banyuwangi Ijen. KelebihanTdF adalah lintasan yang lebih menantang serta terdapat 12 rute menanjak yang masuk klasifikasi Mountains,” beber primus.
Harapan ini juga melengkapi apa yang sudah disampaikan Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Ekonomi Dr.Rizal Ramli saat konferensi pers bersama para wartawan saat pembukaan even ini di Larantuka (19/5/2016).

Dikatakan Rizal, dengan adanya Tour de Flores, pariwisata Flores akan berkembang dan ekonomi masyarakat pun dengan sendirinya meningkat. Acara tersebut hendaknya dikemas dengan baik sehingga menjadikan wisatawan asing dan lokal bisa melirik Flores menjadi sebuah destinasi wisata selain Kelimutu dan Komodo yang sudah terkenal.
[Ebed De Rosary]