RABU, 18 MEI 2016
BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan menghentikan pengiriman sapi dari Gorontalo untuk mengantisipasi penyebaran virus antrax. “Meski persediaan terbatas, kami hentikan sementara untuk menghindari virus antrax,” kata Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan kota Balikpapan Yosmianto.

Menurutnya, saat ini sapi-sapi dari Gorontalo terindikasi terserang penyakit Anthrax sehingga Balikpapan untuk sementara menghentikan kiriman dari Gorontalo.
“Dihentikannya suplai dari Gorontalo maka ketersediaan sapi berkurang. Permintaan sapi untuk sementara disuplai dari lokal dulu,” sebutnya, Rabu (18/5/2016).
Yosmianto mengharapkan kondisi ini tidak berlangsung lama karena tak lama lagi bulan Ramadan dan lebaran. Perayaan hari besar dipastikan permintaan meningkat.
Populasi sapi dari peternak lokal tidak diperuntukan pada kebutuhan daging sapi harian. Namun lebih pada kebutuhan sapi kurban.
“Peternak sapi lokal lagi program penggemukan sapi. Jadi beda memang harga sapi untuk kebutuhan harian dengan lebaran haji,” tandasnya.
Diketahui Populasi sapi lokal di Balikpapan hingga kini belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar. Proses penggemukan sapi yang ada di Balikpapan saat ini hanya untuk persiapan musin Lebaran Haji atau Hari Raya Kurban.
“Kurangnya stok sapi jadi persoalan bagi pedagang bakso karena 80 persen daging sapi untuk pedagang bakso,” tutupnya.
[Ferry Cahyanti]