Beternak Sapi Tanpa Merumput, Jauh Lebih Menguntungkan

RABU, 18 MEI 2016

YOGYAKARTA — Dengan menerapkan pola dan takaran pakan yang efektif, peternak sapi di Dusun Bibis, Lumbungrejo, Tempel, Sleman, mampu berjaya di bidang penggemukan sapi. Setiap 4 bulan sekali, peternak sapi di Dusun Bibis mampu mengantongi keuntungan sebesar Rp. 4 Juta perekor.

Arif Murjito
Arif Murjito, peternak sapi Dusun Bibis yang ditemui Rabu (18/5/2016), mengatakan, keuntungan sebesar itu bisa diperoleh dengan menerapkan pemberian pakan yang terukur. Dengan cara itu, katanya, peternak sapi tidak perlu lagi merumput dan menggembalakan sapi yang menyita banyak waktu dan tenaga.
Dijelaskan Arif, cara efektif dan menguntungkan itu juga mudah dilakukan. Yaitu dengan memberi pakan sesuai dengan kebutuhan sapi yang meliputi protein dan vitamin. Kebutuhan itu dipenuhi dengan membuat formula pakan yang disebut komboran. Ada pun bahan yang diramu menjadi komboran itu, menurut Arif, adalah dedak atau katul kasar atau biasa disebut konsentrat, kulit gandum yang biasa disebut polar atau kulit gandum  dan limbah dari saripati ketela atau yang disebut onggok.

Menyiapkan pakan komboran
Beragam bahan itu dicampur dengan air lalu diberikan kepada sapi. Jumlah komboran atau pakan itu disesuaikan dengan kebutuhan sapi yang dihitung dari taksiran berat badan sapi, lalu dikalikan 2,5 Persen. Jika ditaksir berat sapi sebesar 350 Kilogram, jelas Arif, berarti sapi tersebut membutuhkan komboran sebanyak 7 Kilogram sehari.

“Jumlah komboran sebanyak 7 Kg itu diberikan dua kali pada pagi dan sore hari” katanya.

Selain komboran yang dalam hal ini menjadi pakan pokok, sapi juga diberi pakan tambahan berupa jerami yang sudah difermentasi. Pemberian jerami ini karena sapi merupakan binatang ruminansia yang harus selalu memamah makanan. 
Dengan pemberian pakan yang efektif dan memenuhi kebutuhan protein dan vitaminnya itu, Arif memastikan hasil penggemukan sapi yang akan dihasilkan bisa maksimal. Bobot sapi akan bertambah 1 Kg setiap harinya, sehingga dalam satu bulan pun sapi sudah naik bobotnya sebanyak 30 Kg. Jika sapi seberat 350 Kg dipelihara selama 4 bulan, maka akan bertambah bobotnya menjadi sekitar 470 Kg. 
Jika sapi seberat 350 Kg itu seharga Rp. 14,5 Juta, maka setelah menjadi seberat 470 Kg, harga jual sapi akan menjadi sekitar Rp. 19 Juta. Dengan rumusan itu, katanya, masih ada kemungkinan peningkatan keuntungan yang dipengaruhi oleh momentum hari raya. Sementara itu, biaya pakan perekor sapi dalam sehari, hanya Rp. 15.000 yang jika dikali 4 bulan berarti Rp. 1,8 Juta.

“Untung bersihnya jadi sekitar dua juta rupiah lebih”, ujarnya.

Arif mengatakan, peternak sapi di dusunnya yang tergabung dalam Kelompok Ternak Ngudi Lestari, sudah menerapkan pola pakan komboran itu sejak tahun 2009. Dengan jumlah anggota 40 orang dan sapi sebanyak 50 ekor, Arif mengatakan selama ini tak pernah mengalami kendala berarti. “Satu-satunya kendala yang sangat merugikan itu kalau ada import sapi. Harga sapi kami pasti akan anjlok”, pungkasnya. (Koko)
Lihat juga...