RABU, 18 MEI 2016
YOGYAKARTA — Kelestarian cagar budaya, sangat dipengaruhi oleh perilaku warga di sekitarnya. Karena itu, kepedulian warga terhadap keberadaan sebuah situs menjadi penting. Untuk itu, Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY melibatkan warga sekitar dalam melakukan pemugaran Situs Candi Palgading, agar warga semakin peduli dan merasa memiliki terhadap situs yang dilindungi.
![]() |
| Indung Panca Putra |
Belasan warga Dusun Palgading, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, turut dalam proses pemugaran Situs Candi Palgading yang berada di tengah pemukiman penduduk. Mereka sengaja dilibatkan, sebagai bentuk pembelajaran kepada masyarakat akan pentingnya pelestarian situs benda cagar budaya. Demikian dikatakan Ketua Tim Pemugaran Situs Palgading BPCB DIY, Indung Panca Putra, Rabu (18/5/2016).
Indung mengatakan, Situs Palgading yang ditemukan pada tahun 2016 itu baru diekskavasi pada tahun 2011. Sekarang, BPCB DIY mulai melakukan pemugaran yang telah dimulai sejak 9 Mei 2016, dan dijadwalkan selesai pada 10 Oktober 2016. Sebelum pemugaran dilakukan, jelas Indung, BPCB DIY telah melakukan studi teknis dan susun coba terhadap batuan candi tersebut.
![]() |
| Pemugaran Situs Palgading |
Sementara itu, ada 4 bangunan yang berada di komplek bagian dalam Situs Palgading. Namun, kata Indung, dalam pemugaran kali ini hanya akan fokus pada satu bangunan saja, yaitu Bangunan A. Pemugarannya akan dilakukan secara total. Setelah itu, baru akan dilakukan pemugaran secara keseluruhan dari komponen yang masih in-situ, dengan melakukan perbaikan struktur yang ada di bawah dengan penambahan batu yang dipadatkan.
Saat ini, team pemugaran Situs Palgading masih dalam proses pengungkapan komponen-komponen candi yang masih terkubur di dalam tanah. Setelah itu, baru akan dilakukan susun batuan candi.
![]() |
| Situs Palgading |
Situs Palgading diperkirakan berasal dari Abda 9-10 Masehi. Dari berbagai temuan berupa komponen batuan Stupa dan Arca Budha Avalokiteshwara yang merupakan simbol penyembahan Boddhisatwa dalam Budha Mahayana, dipastikan Situs Candi Palgading berlatar agama Budha.
![]() |
| Warga turut dalam pemugaran Situs Palgading |
Keberadaan Situs Candi Palgading yang berlatar Budha di dekat candi-candi lain seperti Candi Kimpulan yang berlatar Hindu, menunjukkan adanya kerukunan antar umat bergama kala itu sudah terjalin sangat baik. Namun sayangnya, sejak ditemukannya pertama kali pada tahun 2016, BPCB DIY belum menemukan satupun prasasti yang sangat penting dalam pengungkapan sejarah Candi Palgading. (Koko)


