SABTU, 23 APRIL 2016
Editor : Rustam Djamaluddin
YOGYAKARTA — Sebagai upaya pengentasan kemiskinan di seluruh Indonesia, Pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) menyalurkan kredit pinjaman lunak khusus bagi ibu-ibu pengusaha kecil. Berbeda dengan jenis pinjaman usaha kecil lainnya, pinjaman yang disediakan oleh PNM juga disertai dengan pendampingan usaha secara intens.
Selain itu, pinjaman PNM bahkan bisa diakses oleh seorang pemulung sekalipun.Dengan besaran kredit minimal Rp. 2 juta perorang, Permodalan Nasional Madani akan disalurkan khusus bagi keluarga pra sejahtera atau miskin yang produktif.
Artinya, pinjaman tersebut diperuntukkan bagi pelaku usaha kecil yang biasanya dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga. Dan, pinjaman PNM tersebut, memamg hanya dikhususkan bagi ibu-ibu saja dari keluarga miskin yang memiliki usaha, sekecil apapun.
Demikian dikatakan Direktur Permodalan Nasional Madani, Parman Nataatmadja, usai penandatanganan kerjasama dengan Majelis Ekonomi Ketenagakerjaan Pimpinan Pusat Aisyiyah di Yogyakarta, Sabtu (23/4/2016).
Parman menjelaskan, layanan kredit minimal Rp. 2 Juta itu bisa diakses dengan mudah oleh ibu-ibu pemilik usaha kecil, bahkan juga oleh para istri pemulung yang biasanya juga memiliki usaha kecil di rumah. Pinjaman lunak yang disebut Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (MEKAAR), diberikan persatu orang. Setelah mendapatkan pinjaman, Permodalan Nasional Madani akan membentuknya sebagai kelompok, untuk memudahkan pendampingan yang akan dilakukan seminggu sekali.
Pendampingan dilakukan, agar para nasabah yang pada umumnya juga berasal dari kalangan berpendidikan rendah mendapatkan pendidikan mengenai tata kelola usaha, sehingga usaha yang dijalankan benar-benar bisa mengentaskan mereka dari kemiskinan.
Pinjaman awal sebesar Rp. 2 Juta, kata Parman, akan bisa bertambah jumlahnya hingga maksimal Rp. 5 Juta. Adapun jangka waktu pengembalian pinjaman Rp 2 Juta selama 25-50 hari.
Namun demikian, setelah mencapai jumlah pinjaman maksimal sebesar Rp. 5 Juta, nasabah tak bisa lagi mengajukan pinjaman MEKAAR. Untuk itu, Permodalan Nasional Madani memiliki program pinjaman lanjutan yang disebut Unit Layanan Modal Mikro atau ULAM.
Tahun ini, kata Parman, tercatat ada sebanyak 200.000 nasabah Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera dengan jumlah cabang Permodalan Nasional Madani sebanyak 157 unit yang tersebar di Pulau Jawa.Tahun depan, kata Parman, BUMN menargetkan jumlah nasabah sebanyak 1,5 Juta orang.
“Semangat dari program ini adalah pemberdayaan dan pengentasan dari kemiskinan melalui bantuan permodalan dan pendampingan usaha. Dengan cara ini, diharapkan mereka benar-benar bisa keluar dari kemiskinan,” pungkasnya. (Koko Triarko)