Ratcarat, Mainan Tradisional Khas Sumenep yang Muncul Kembali

SABTU, 23 APRIL 2016
Jurnalis: M. Fahrul / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: M. Fahrul

SUMENEP — Ratcarat, mainan tradisional khas daerah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang mirip karapan sapi kembali digemari oleh warga, bahkan menjamur di berbagai desa. Tidak hanya anak-anak, lelaki dewasa juga tidak mau ketinggalan.
Warga sedang melepas mainan tradisional Ratcarat
Permainan tradisional yang terbuat dari kayu berbentuk bulat seperti roda dan diberi kaki-kaki kawat biasanya biasanya di adu cepat seperti karapan sapi, namun dengan banyaknya permainan modern akhirnya hilang hampir puluhan tahun, sehingga masyarakat hampir lupa dengan permainan tersebut.
“Mainan ini memang ada sudah sejak dulu, tetapi dengan banyaknya permainan modern akhirnya jarang lagi ditemukan, padahal itu permainan khas daerah, di daerah lain sangat sulit ditemukan,” kata Khairul Umam (28) pecinta mainan tradisional Ratcarat asal Desa Campor Barat, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Sabtu (23/4/2016).
Diebutkan, bahwa munculnya mainan tradisional pada saat sekarang ini mengingatkan pada pada zaman terdahulu, karena sebelum banyak permainan modern mainan anak desa tersebut hampir ada di seluruh desa yang ada di daerah ini, namun semakin lama dengan majunya perkembangan zaman rupanya semakin terkikis hingga punah.
“Sekarang mainan tradisional ini sudah muncul lagi, bahkan pecintanya juga banyak, itupun bukan hanya kalangan anak-anak, namun orang dewasa banyak juga yang senang,” jelasnya.
Mainan tradisional khas kebanggaan masyarakat daerah ujung timur pulau garam ini bukan diperjual belikan, tetapi para pecinta mainan Ratcarat membuatnya sendiri, sehingga membutuhkan kemampuan keterampilan yang mumpuni agar bisa memiliki permainan tersebut, sebab itu membutuhkan keseimbangan antara besar roda kayu dan banyaknya karet elastis yang digunakan agar bisa larinya kencang.
Dalam memainkan Ratcarat harus lebih berhati-hati, karena apabila teledor dan lepas saat memutar roda kayu yang diberi karet elastis bisa melukai tangan, sebab kaki-kaki yang terbuat dari kawat akan menyentuh pemiliknya. Tetapi dengan kebiasaan para pecinta mainan terdisional tersebut sepertinya mereka tidak pernah merasa khawatir meski terlihat berbahaya.
“Kami kan sudah biasa jadi tidak takut sama sekali, hanya saja tetap hati-hati agar tidak sampai terkena sama tangan. Jadi mainan ini bisa menghilangkan rasa jenuh, karena hampir sama dengan karapan yang di adu cepat,” pungkasnya.
Lihat juga...