Peduli Sekolah Pulau Terpencil Berbagai Komunitas Beri Donasi

SABTU, 23 APRIL 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi 

LAMPUNG — Menyarlurkan bantuan ke sekolah yang berada di pulau terpencil, gabungan berbagai instansi di Provinsi Lampung dan Provinsi Banten melakukan aksi ‘sambang pulau’ (kunjungi pulau). Dalam kegiatan tersebut sekolah yang dikunjungi yakni  SDN 5 Sumur Pulau Harimau atau dikenal dengan Pulau Rimau Balak Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan.
Kegiatan dalam kunjungan ke pulau terpencil
Dengan menggunakan kapal XV-2003 milik Polair, rombongan yang terdiri dari Direktorat Polda Lampung, Polisi Perairan Polres Lampung Selatan, personil dari Koramil Penengahan, Komunitas Peduli Anak dari Provinsi Lampung dan Provinsi Banten membawa alat alat kebutuhan belajar bagi siswa tingkat sekolah dasar (SD).
“Kami sudah merencanakan kegiatan bhakti sosial dan pemberian donasi di pulau pulau terdepan yang ada di wilayah Lampung Selatan dan baru pada akhir pekan ini bisa dilakukan dan berangkat menggunakan kapal Polair,”ungkap Kasat Polair Polres Lampung Selatan, Iptu Baharudin kepada Cendana News, Sabtu (23/4/2016).
Disebutkan, yang diserahkan diantaranya peralatan belajar diantaranya buku buku, alat tulis dari beberapa instansi terkait diberikan berupa alat alat belajar. Tidak hanya itu, pemberian donasi dikemas dengan belajar sambil bermain dan mengajarkan nilai nilai kebangsaan, nasionalisme. 
“Selain menyalurkan donasi, kegiatan merupakan salah satu agenda dalam memperkenalkan polisi perairan yang bertugas di wilayah perairan Selat Sunda,”sebutnya.
“Selain itu merupakan bentuk kepedulian Polair terhadap pulau pulau di Lampung Selatan diantaranya Pulau Sebesi,Pulau Sebuku, Pulau Legundi,”sambungnya.
Sekolah yang berada di Dusun Peritaaan tersebut merupakan sekolah yang berada di pulau dengan jumlah 105 Kepala Keluarga (KK)  dan terdiri dari beberapa dusun Dusun Berak, Dusun Sukamaju, Dusun Buah. Pulau yang berjarak 1,5 mil dari Pulau Sumatera tersebut rata rata dihuni oleh masyarakat petani dan nelayan.
Meski hanya sebanyak dua lokal untuk kegiatan belajar mengajar dan ruang guru, namun saat ini antusiasme murid cukup tinggi. Berdasarkan keterangan Kepala Sekolah SDN 5 Sumur, saat ini jumlah pelajar keseluruhan di SDN 5 Sumur saat ini sebanyak 45 murid. Perinciannya kelas I sebanyak 9 murid, kelas 2 sebanyak 10 murid, kelas 3 sebanyak 7 murid, kelas 4 sebanyak 5 murid, kelas 5 sebanyak 6 murid dan kelas 6 sebanyak 8 murid. Aktifitas belajar mengajar didukung dengan 7 guru dengan guru pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 4 guru dan 3 guru termasuk operator sekolah masih berstatus tenaga honorer.
Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah juga menyampaikan beberapa hal, diantaranya tentang kondisi daerah yang rawan longsor akibat berada di bawah bukit. Ia berharap pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui dinas pendidikan bisa memberikan bantuan tanggul penahan agar saat hujan tidak terjadi longsor. Selain itu wali murid berharap agar dibangun fasilitas paving blok ke perumahan warga akibat saat musim hujan akses jalan sering susah dilalui.
“Kami juga saat membutuhkan listrik tenaga surya untuk aktifitas kegiatan belajar menggunakan listrik dan kegunaan lain guru di pulau terpencil ini”ungkap Iswandi.
Ia juga mengaku fasilitas perahu yang utama digunakan para guru dan siswa dan dermaga yang mulai rusak pun perlu mendapat pembenahan sebab guru guru sebagian besar tinggal di Pulau Sumatera dan berangkat menggunakan kapal dari dermaga Keramat.
Lihat juga...