Pesawat dari Gabus Bekas, Mampu Terbang dan Beraksi Akrobatik

MINGGU, 10 APRIL 2016
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Koko Triarko 

YOGYAKARTA — Hobi memang seringkali memunculkan kreatifitas tinggi. Tak kecuali, dengan hobi pesawat mainan aeromodelling. Dengan kreatifitas itu seorang warga desa Ngemplak, Sleman, Sigit Lulantoro, mampu membuat pesawat aeromodelling dari gabus atau styrofoam bekas dan  bisa terbang tinggi di udara. Bahkan, mampu melakukan atraksi akrobatik selayaknya pesawat aeromodelling sungguhan.
Sigit Lulantoro dengan pesawat gabus buatannya
Meski hanya terbuat dari gabus atau styrofoam bekas, pesawat aeromodelling buatan Sigit mampu terbang tinggi dan bermanuver selayaknya  pesawat sungguhan. Kemampuannya mengendalikan pesawat mainan dari gabus yang diberi motor penggerak itu pun juga terhitung piawai. Sigit mengaku sejak kecil sudah hobi dengan mainan pesawat, sehingga suatu ketika terbetik ide untuk membuat pesawat aeromodelling dari gabus.
Sigit membuat pesawat mainan aeromodelling dari gabus bekas dengan ukuran cukup besar. Di dalamnya dipasang serangkaian mesin sederhana yang terdiri dari motor penggerak yang dihidupkan dengan batrey dan alat penangkap sinyal yang bergungsi menerima perintah dari alat kendali atau remote control yang dikendalikan.
Saat ditemui pada Minggu (10/4/2016), Sigit mengatakan, tidak ada yang sulit dengan proses pembuatan pesawat aeromodelling dari gabus. Bahkan, ia pun juga hanya memanfaatkan gabus bekas kemasan buah-buahan. Gabus bekas kemasan buah, menurut Sigit, ketebalannya cocok untuk membuat pesawat, sehingga tidak mudah patah. Sedangkan pola atau bentuk pesawatnya, Sigit banyak mencontoh gambar-gambar pesawat yang mudah ditemui di internet, seperti pesawat model Sukhoi, Capung, dan sebagainya.
Hal penting dari proses membuat pesawat dari gabus tersebut, menurutnya, adalah menyeimbangkan berat gabus sebagai badan pesawat dengan motor penggerak sebagai mesinnya. Kesesuaian berat dan proporsi ukuran pesawat akan menentukan kemampuan terbang pesawat.
Kendati pesawat mainan yang mampu terbang dengan kendali remote control buatan pabrik sudah banyak dijual di pasaran, namun dengan membuatnya sendiri dengan bahan gabus bekas, menurut Sigit, mampu menekan biaya sebesar 70 Persen. 
“Untuk satu pesawat aeromodelling dengan bahan dasar gabus bekas, hanya butuh biaya sekitar Rp. 1,8 hingga 2 Juta. Tapi, untuk pesawat jenis pesawat tempur biasanya lebih mahal lagi, karena membutuhkan motor listrik dengan spesifikasi khusus agar mampu terbang dengan kecepatan tinggi”, ujarnya.
Hingga kini, Sigit telah membuat sekitar 10 jenis model pesawat aeromodeling berbahan gabus bekas, di antaranya pesawat model Cesna, Sukhoi, Hornet dan F-16. Hal penting dari hobinya tersebut, Sigit ingin berbagi ilmu sekaligus mengembangkan hobinya dengan memanfaatkan barang bekas. 
Lihat juga...