MINGGU, 10 APRIL 2016
Jurnalis: M. Fahrul / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: M. Fahrul
SUMENEP — Memasuki masa panen srikaya di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur membuat para pedagang buah tersebut mulai bermunculan. Mereka berjualan pada malam hari untuk menunggu pembeli. Selain itu mereka juga memberi keleuasaan bagi pengunjung yang datang untuk mencicipi manisnya buah srikaya.
![]() |
| Pedagang Srikaya |
Pasar dadakan buah srikaya pada malam hari biasanya hanya ada ketika mulai masa panen, setelah itu para penjual yang berada di wilayah kota daerah ini kembali ke kampung halamannya masing-masing, sebab tidak ada lagi barang dagangan yang akan ia jajakan.
“Pasar dadakan ini memang setiap musim panen srikaya, jadi warga yang sudah memanen buah srikaya menjulnya ke wilayah kota, sebab para pembeli sangat banyak, sehingga buah yang kami jajakan mudah laku,” kata Sulaiha (41) salah seorang pedagang srikaya asal Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Minggu (10/4/2016).
Disebutkan, biasanya warga yang tinggal di daerah sentra buah srikaya ketika pada musim panen berbondong-bondong mendatangi daerah kota untuk berjualan buah tersebut, sebab apabila hanya dijual di wilayah kecamatan para pembeli sangat sedikit, sehingga srikaya yang sudah matang terkadang sampai membusuk akibat minimnya pembeli.
“Kebanyakan warga yang sudah memanen buah srikaya berjualannya disini, karena di wilayah kota sangat ramai, sehingga pembelinya juga banyak,” jelasnya.
Menurutnya, berbagai macam cara mereka lakukan untuk menarik warga yang datang agar membeli buah srikaya tersebut, salah satunya dengan memberi keleluasaan kepada pengunjung mencicipi buah srikaya yang ia jajakan, sehingga setelah pengunjung sudah mengetahui rasanya, kebanyakan akan membeli.
“Kami memperbolehkan warga yang datang untuk mencicipi buah srikaya, supaya mereka yakin kalau buah yang kami jajakan ini rasanya memang menggoda selera,” paparnya.
Sedangkan harga buah srikaya yang mereka jajalkan tidaklah sama, sehingga mereka menyesuaikan dengan besar kecilnya buah tersebut. Sementara untuk srikaya yang besar berkisar harga Rp. 30.000 per 10 buah, untuk srikaya jenis kecil berkisar harga Rp. 10.000 per 10 buah.

Apbila musim srikaya tiba, sepanjang Jalan Trunojoyo, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep ini penuh dengan warga yang sedang menjajalkan dagangan buah srikaya, sebab mereka yang datang terdiri dari tiga kecamatan yang menjadi sentra tanaman srikaya, diantaranya, Kecamatan Saronggi, Bluto dan talango.