Japto Soerjosoemarno: Kita Siap Bubarkan Acara yang Diadakan Simpatisan PKI

SELASA, 19 APRIL 2016
Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA — Tokoh Pemuda Pancasila yang menjabat sebagai Ketua Umum Pemuda Pancasila lebih dari 3 dekade (30 tahun), Japto Soerjosoemarno yang hadir memenuhi undangan panitia menegaskan, Simposium Nasional Membedah PKI -1965 tersebut harus jelas dan transparan. Tidak hanya itu, ia juga menekankan untuk memperjelas siapa korban sebenarnya.
Japto Soerjosoemarno
“Simposium Nasional Membedah PKI -1965 tersebut harus jelas dan transparan, mana korban yang sesungguhnya dan mana yang mengaku-ngaku sebagai korban paska tragedi Gerakan 30 September PKI 1965, harus dipisahkan supaya tidak salah kaprah,”sebutnya dalam Simposium Nasional yang membedah tentang PKI 1965 tdi Hotel Aryaduta, kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat,  Selasa (19/4/2016).
Disebutkan, apabila ada acara atau kegiatan dalam bentuk apapun yang membahas tentang PKI 1965 yang dilaksanakan tanpa ada ijin resmi dan pelaksananya simpatisan PKI, pihaknya akan mengambil tindakan tegas.
“Sikap Pemuda Pancasila saya rasa jelas, kita akan bertindak tegas dan berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk membubarkan pelaksanaan acara tersebut, karena PKI merupakan organisasi terlarang, tidak boleh ada di Indonesia untuk selama-lamanya” terangnya.
Japto Soerjosoemarno menjabat Ketua Umum Pemuda Pancasila sejak Musyawarah Besar (Mubes) Pemuda Pancasila ke III di Cibubur, Jawa Barat tahun 1981. Terakhir pada saat Musyawarah Besar Pemuda Pancasila ke IX di kota Batu, Malang, Jawa Timur, dirinya kembali dikukuhkan menjabat sebagai Ketua Umum Pemuda Pancasila hingga tahun 2019.
Japto Soerjosoemarno juga aktif pada organisasi Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri ABRI atau yang disingkat dengan FKPPI. 
Lihat juga...