Drainase Jalan Nasional Terganggu Rumah Warga Sering Digenangi Air

SELASA, 19 APRIL 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi 

LAMPUNG — Drainase buruk di jalan lintas nasional tepatnya di depan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bakauheni Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan hingga saat ini masih sering mengakibatkan air meluap ke jalanan dan merendam puluhan rumah warga. Saat musim hujan rumah warga bahkan terendam setinggi lutut orang dewasa.
Luapan air menggenangi rumah warga
Sering tergenangnya jalan serta perumahan warga tersebut dibenarkan oleh kepala desa Bakauheni, Syahroni, yang mengungkapkan genangan air terjadi akibat ruas  jalan nasional yang berada di Jalan Lintas Timur (Jalinsum) tidak memiliki saluran pembuangan air. Selain meluap ke jalanan warga pemilik puluhan rumah di Way Baru tersebut harus rela terendam.
“Kami sudah membuat selokan kecil namun saat hujan lebat air tidak tertampung dan meluap ke jalanan hingga mengganggu pengguna kendaraan bahkan barang barang harus kami amankan ke tempat yang lebih tinggi karena beberapa peralatan elektronik rusak akibat terendam banjir, ”ungkap Somad warga Way Baru saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (19/4/2016).
Somad mengaku lokasi perumahan warga yang berada di dataran rendah tersebut saat ini sebagian bahkan telah dilakukan penimbunan menggunakan tanah namun dikhawatirkan saat intensitas hujan tinggi banjir akan kembali melanda perumahan warga.
Ia menyebutkan, usulan ke pihak terkait sudah dilakukan, namun hingga saat ini belum ada tindakan perbaikan. Bahkan pihak desa sudah melakukan langkah gotong royong, namun belum mendapatan hasil maksimal karena belum adanya saluran air yang lebih besar.
Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (KUPT) Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lampung Selatan wilayah Kecamatan Bakauheni, Budi Santoso menyebutkan, pihaknya telah melakukan peninjauan ke lokasi sering tergenangnya jalan di depan pelabuhan PT BBJ. Saat ini KUPT PU Kecamatan Bakauheni, Kecamatan Ketapang dan Kecamatan Penengahan tersebut telah melakukan koordinasi dengan pihak PU Pusat agar saluran drainase bisa dibangun.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak desa dan untuk perbaikan wewenang ada di Kementerian Pekerjaan Umum Pusat karena ruas ini merupakan jalan nasional dan dampaknya akan mengganggu aktifitas lalu lintas,”ujar Budi Santoso.
Ia berharap drainase bisa dibangun dengan panjang sekitar 30 meter lebih dengan pembuatan gorong gorong serta melakukan pendalaman saluran air agar air tidak meluap ke jalan dan merendam perumahan warga. Selain terjadi penyumbatan di saluran yang saat ini masih kecil kendala yang mengakibatkan banjir musiman akibat masyarakat masih kurang memperhatikan kebersihan dengan masih membuang sampah di saluran air. Selain itu material tanah dari perbukitan di wilayah tersebut menjadi penyumbat saluran air di lokasi tersebut.
Lihat juga...