Warga Serahkan 858 Fosil Kepada Balai Pelestarian Situs Manusia Purba

SELASA, 19 APRIL 2016
Jurnalis : Harun Alrosid / Editor : Rustam / Sumber Foto : Harun Alrosid
Setahun 858 Fosil Diserahkan Warga Kepada Balai Pelestarian Situs Manusia Purba.

SOLO- Pada tahun 2015, masyarakat Kabupaten Sragen dan Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menemukan 858 fosil flora dan fauna. Fosil itu kemudian diserahkan kepada pengelola Balai Pelestarian Situs Manusia Purba di Sangiran, Sragen. Hebatnya fosil temuan warga itu, ternyata ada yang sudah berusia 3 juta tahun. 
Fosil temuan terbaru Balai Pelestarian Situs Manusia Purba, Sangiran
Koleksi benda-benda purbakala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba terus mengalami peningkatan, berkat sumbangan dan keterlibatan masyarakat. Hal ini dikarenakan sumbangsih penemuan fosil dari warga cukup besar. 
Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba, Sangiran, Sukronedi mengatakan, keberadaan Situs yang  masuk di 4 Kecamatan dan dua Kabupaten, yakni Sragen dan Karanganyar, menjadikan keterlibatan masyarakat sangat besar. Setidaknya terdapat 23 desa, 169 dusun dan 210 ribu jiwa yang wilayahnya masuk situs Sangiran. 
“Sementara lahan milik situs resmi hanya 1,6 hekatare. Dengan keterbatasan pegawai dan luasnya cakupan situs, keterlibatan warga sangat dibutuhkan,” ucapnya saat ditemui Cendana News, Selasa (19/4/16).
Dalam memberdayakan masyarakat sekitar, pengelola Balai Pelestarian Situs Manusia Purba, melakukan sosialisasi lalu  melatih serta mengajak warga untuk terlibat langsung dalam penelitian. Termasuk pengetahuan tentang bagaimana cara penyelamatan fosil ketika baru ditemukan. Sebab, selama ini warga tidak mempunyai alat-alat dan perlengkapan untuk penyelamatan fosil setelah ditemukan. 
“Kalau tenaga memang warga ada, tapi untuk pengetahuan dan peralatan yang tidak mereka dimiliki. Karena itu pentingnya pendampingan kepada warga, agar fosil tidak rusak,” jelasnya. 
Menurut Sukronedi, dalam setahun fosil temuan warga mencapai ratusan. Sebab, jika musim penghujan, pencarian fosil dapat ditemukan dengan mudah, karena warga banyak yang mencari fosil dari longsoran tebing. Selain di tebing, warga juga mencari di sungai yang ada di sekitar pemukiman warga, karena saat banjir ada fosil yang ikut terbawa air. 
“Selama 2015 kemarin, fosil yang diserahkan warga kepada Situs mencapai 858 buah. Jumlah fosil sebagian besar merupakan fosil flora dan Fauna, yang diperkirakan usianya mencapai 3 juta tahun,” ungkapnya. 
Dengan banyaknya fosil temuan warga yang diserahkan kepada Situs, menjadikan tingkat kesadaran warga akan warisan Dunia tersebut semakin tinggi. Terbukti, dari tahun-tahun keterlibatan warga semakin banyak, serta perdagangan fosil secara ilegal juga semakin berkurang. 
“Tingkat kesadaran masyarakat saat ini sudah semakin tinggi. Kita juga mempunyai kebijakan agar warga juga semakin percaya, yakni akan mempercepat pemberian uang jasa penemuan,” pungkasnya. 
Lihat juga...