Dinilai Asal-asalan, Warga Protes Penggalian Kabel PLN

KAMIS, 14 APRIL 2016
Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Zulfikar Husein

ACEH — Warga Lhokseumawe Provinsi Aceh kesal terhadap aktivitas penggalian kabel Perusahaan Listrik Negara (PLN). Penggalian yang sudah dilakukan berhari-hari tersebut dinilai warga dikerjakan dengan asal-asalan.
Galian kabel listrik
“Karena pekerjaan yang dilakukan oleh rekanan PLN tersebut, terkesan asal jadi, tanah yang udah digali itu, ditimbun asal-asalan atau asal jadi begitu saja, tidak bertanggungjawab,” ujar M. Yusuf, salah seorang warga Desa Meunasah Masjid, Lhokseumawe, kepada Cendana News, Kamis (14/4/2016).
Menurut Yusuf, warga tidak melarang aktivitas yang dilakukan oleh rekanan PLN tersebut. Namun aktivitas yang telah mendapatkan izin dari Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe, melalui Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T) itu diminta dikerjakan dengan baik.
“Alangkah baiknya bila pihak pekerja rekanan PLN itu bisa menimbun kembali galian dengan baik, jangan asal-asalan lalu ditinggalin begitu saja, warga bisa celaka, terlebih banyak debu dan tanah yang bisa membuat pengendara sepeda motor bisa terjatuh karena licin,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perizinan Terpadu (KP2T), Kota Lhokseumawe, Azwar membenarkan, bila pelaksanaan penggalian kabel listrik dalam tanah yang dilakukan oleh pihak rekanan telah mengantongi izin dari kantor tersebut. Ia meminta aktivitas tersebut jangan sampai merugikan dan merusak lingkungan.
“Harus mengikuti persyaratan yang telah ditetapkan Pemko, tentunya jangan sampai merusak lingkungan. Pihak PLN sendiri dalam melakukan pekerjaan tersebut harus mengikuti standar teknis agar tidak ada protes dari masyarakat,” pungkas Azwar.
Lihat juga...