KAMIS, 21 APRIL 2016
Jurnalis : Bobby Andalan / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Bobby Andalan
BALI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar membentuk Barisan Relawan Bencana (Balana) yang terdiri dari 40 orang perwakilan seluruh SKPD di Lingkungan Pemerintahan Kota. Hal ini dilakukan dalam mencapai Kota Denpasar yang aman, nyaman dan sehat.
![]() |
| Diklat Balana |
Kepala Pelaksana BBPBD Kota Denpasar, dr I Made Sudhana Satrigraha yang ditemui di sela-sela acara mengatakan, pendidikan dan pelatihan bertujuan untuk mempercepat dalam pencegahan serta penanggulangan dalam bahaya kebakaran dan memberi pertolongan pertama kepada orang yang sedang membutuhkan pertolongan.
Dalam mengatasi bencana seperti kebakaran ataupun bencana lainnya dari pihak Balana bisa langsung berkoordinasi dengan perangkat BPBD Kota Denpasar dengan menelpon ke 223333.
“Tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas dari setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di Kota Denpasar, dalam konteks ini capasity building serta pemahaman dari setiap pegawai di seluruh SKPD yang ada di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar akan lebih meningkat,” ujarnya di Hotel Oranjje Denpasar, Kamis (21/4/2016).
Lebih lanjut Sudhana mengatakan, selain BPBD yang merupakan instansi dalam penanggulangan bencana, juga dibutuhkan sinergitas dari pegawai di masing-masing SKPD di lingkungan Kota Denpasar dalam mempercepat pencegahan dan penanggulangan serta melatih dalam situasi normal agar kapasitasnya meningkat.
“Ketika ada bencana kita bisa menggerakan orang –orang yang sudah terlatih, serta sinergitas antara pemerintah, swasta, serta lembaga masyarakat bisa saling bahu-membahu dalam mengatasi bencana yang tidak bisa diprediksi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pendidikan dan Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran, I Made Poniman mengatakan, BPBD Kota Denpasar selalu berupaya meningkatkan kapasitas relawan penanggulangan bencana. Hal ini dicerminkan dengan di ruang kelas dilaksanakan pelatihan seperti teknik penanganan, pengurangan bencana, mengetahui potensi bencana, simulasi bencana, life saving tentang kesehatan bagaimana menolong korban sebelum petugas sampai di lokasi memberi pertolongan pertama (P3K). Selain itu, setiap tahun di dalam rangka menyongsong ulang tahun Pemkot, membuat lomba-lomba yang melibatkan semua elemen seperti pemerintah, swasta serta masyarakat.
“Harapan kami makin banyak SDM yang terlatih seperti ini, otomatis penanggulangan bencana bisa dipercepat serta mudah dalam memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat,” katanya.