KAMIS, 14 APRIL 2016
Jurnalis : Ferry Cahyanti/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN — Untuk mencegah meningkatnya penderita demam berdarah dengue (DBD) di kota Balikpapan, pemerintah mempersiapkan anggaran khusus. Hal itu dilakukan agar wabah dapat dicegah mulai dari tingkat kelurahan hingga penanganan yang cepat pada penderita.
![]() |
| Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Balerina JPP |
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Balerina JPP menyebutkan, hingga pertengahan April mencapai 988 kasus dengan jumlah korban meninggal dunia 10 jiwa. Dari jumlah kasus mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2015 lalu.
“Dengan kondisi itu kami juga minta kerja sama dengan kelurahan untuk ikut bantu menekan jumlah kasus DBD. Banyak hal dengan mengajak kerja bakti agar lingkungan sekitar bersih dari jentik nyamuk,” ungkapnya, Kamis (14/4/2016).
Tidak hanya kerjasama dengan kelurahan, peningkatan fasilitas puskesmas juga dilakukan seperti peralatan tes darah.
Meningkatnya jumlah kasus dbd di kota ini hingga kini belum ditetapkan keadaan luar biasa (KLB). “Ditetapkan KLB jumlah harus dua kali lipat dari tahun sebelumnya, di mana tahun 2015 terdapat 7 meninggal dan di tahun 2016 hingga kini 10 orang sehingga untuk KLB belum ditetapkan,” sambung Balerina.
Ia mengharapkan dengan berbagai upaya mencegah meningkatnya jumlah DBD, angka penderita dapat dicegah.
Selain itu, masyarakat harus selalu waspada pada tumbuhnya jentik nyamuk dengan 3 M yakni Menutup, Menguras dan menimbun.